Kredit Foto: Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menilai jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden Prabowo Subianto harus dihentikan karena dianggap pemborosan, maka program bantuan sosial (bansos) dan subsidi juga seharusnya ikut dihentikan.
"KALAU PROGRAM MBG DIHENTIKAN KARENA PEMBOROSAN, MAKA BANSOS DAN SUBSIDI HARUS DIHENTIKAN JUGA. Presiden dituding melakukan pemborosan dengan membuat program MBG sehingga mendesak MBG ditutup," tulisnya
Menurut Teddy, hingga kini belum ada pihak yang bisa menjelaskan secara logis mengapa program MBG harus ditutup. Ia menilai alasan pemborosan yang dilontarkan sebagian pihak hanyalah dalih asal-asalan.
"Jika menggunakan alasan pemborosan, maka kita harus juga menutup program Bansos, program subsidi dan berbagai skema program bantuan masyarakat lainnya," ujar Teddy.
Teddy menegaskan, program MBG justru memiliki multiplier effect (efek berganda). Program ini bukan hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja di atuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menumbuhkan usaha lokal untuk memasok bahan baku, serta mengurangi ketergantungan impor.
"MBG menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung tanpa perantara. Ada pertumbuhan riil, ada perputaran uang di tingkat bawah, dan ada dampak jangka panjang bagi produktivitas nasional," jelasnya.
Baca Juga: BGN Akui Anggaran MBG Berkurang Seiring Efisiensi Program
Sebaliknya, menurut Teddy, bansos dan subsidi tidak memiliki efek berganda yang sama. Program tersebut tidak menciptakan ekosistem usaha baru, tidak menumbuhkan rantai pasok, dan tidak memberi dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Secara logika dan akal sehat, seharusnya sebelum program MBG, mereka mendesak program Bansos dan program Subsidi dihentikan. Kenapa mereka tidak menyuarakan hal itu? Anehkan?" tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: