Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Balik Sudaryono Jadi Kepala BGN: Sebenarnya Banyak yang Ingin Pengganti Nanik S Deyang Adalah...

Di Balik Sudaryono Jadi Kepala BGN: Sebenarnya Banyak yang Ingin Pengganti Nanik S Deyang Adalah... Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi dipimpin oleh Sudaryono. Ia ditunjuk untuk menggantikan Nanik S. Deyang. Namun di balik penunjukan tersebut, muncul pandangan bahwa figur yang memimpin lembaga tersebut seharusnya berasal dari kalangan profesional demi tak adanya kepentingan politik dalam pelaksana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan sebelumnya banyak harapan bahwa presiden akan menunjuk sosok yang memiliki kompetensi kuat di bidang pangan dan gizi sekaligus mampu menjaga independensi lembaga, dan tidak ada yang menyangka yang ditunjuk malah Sudaryono.

Baca Juga: Teheran Mengamuk: Semua Negara Timur Tengah Tak Akan Bisa Jualan Minyak Selama Perang Iran-Amerika

"Banyak yang berharap penggantinya adalah sosok profesional yang tegas sehingga dapat memimpin tanpa tendensi kepentingan bisnis dan politik," kata Jamiluddin, dikutip Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, harapan tersebut bukan tanpa alasan. BGN selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan Program MBG. Hal itu mulai dari dugaan persoalan tata kelola hingga munculnya kasus yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap program unggulan pemerintah tersebut.

Menurut Jamiluddin, figur profesional dinilai lebih mampu mengambil keputusan secara independen serta fokus pada pembenahan sistem tanpa dibayangi kepentingan kelompok tertentu.

Selain memiliki integritas, kepala lembaga itu juga dinilai harus memahami secara mendalam tata kelola pangan dan gizi. Kemampuan tersebut penting agar pelaksanaan [rogram terkait berjalan sesuai standar keamanan pangan dan mampu meminimalkan risiko yang pernah muncul, termasuk kasus keracunan makanan.

Jamiluddin mengatakan, tantangan yang dihadapi pemimpin yang baru tidak hanya bersifat administratif. Keberhasilan memimpin lembaga juga akan menentukan masa depan Program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintahan dari Prabowo.

Sudaryono diharapkan mampu membuktikan bahwa penunjukannya bukan sekadar keputusan politik, melainkan pilihan yang mampu menghasilkan perbaikan nyata dalam tata kelola lembaga. Menurutnya, keberhasilan tersebut akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

"Kalau Sudaryono berhasil membenahi, citra program ini dapat dipulihkan dan dukungan masyarakat akan semakin kuat. Sebaliknya, bila gagal, citra programnya akan semakin buruk dan penolakan masyarakat berpotensi semakin besar," pungkasnya.

Baca Juga: UGM Ingatkan Prabowo: Kalangan Profesor Tak Akan Gentar Bayar Rp5 Juta Demi Tinggalkan Indonesia

Kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono kini akan terus menjadi sorotan publik. Selain memastikan program makan bergizi tetap berjalan, ia juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuktikan bahwa lembaga tersebut dapat dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan politik maupun bisnis.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar