Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Babak Baru Konsolidasi Maskapai BUMN, Garuda Resmi Jadi Holding Pelita Air

Babak Baru Konsolidasi Maskapai BUMN, Garuda Resmi Jadi Holding Pelita Air Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Babak baru konsolidasi industri penerbangan BUMN resmi dimulai. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat integrasi maskapai pelat merah dengan menempatkan PT Garuda Indonesia Tbk sebagai holding penerbangan nasional, sementara Pelita Air akan bergabung ke dalam Garuda Group. 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama jajaran direksi Pelita untuk membahas arah penguatan holding maskapai nasional.

Dalam kesempatan itu, Dony menjelaskan bahwa Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai BUMN, sementara Pelita akan bergabung sebagai bagian dari Garuda Group. Menurutnya, konsolidasi ini akan memperkuat kapasitas grup dalam menghadapi persaingan industri penerbangan.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.

Selain memperkuat struktur korporasi, Dony menekankan bahwa industri penerbangan merupakan bisnis yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat di setiap aspek operasional agar kinerja perusahaan tetap terjaga.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.

Selaras dengan hal tersebut, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. 

Baca Juga: Mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia Ganti Aturan Bagasi Gratis, Ini Rinciannya

Baca Juga: Faik Fahmi Jadi Bos Pelita Air, Ini Rekam Jejaknya di Garuda hingga InJourney Airports

Penguatan layanan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, hingga penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pemain utama di tingkat regional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra