Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG Dituding Habisin APBN, Bos BGN: Dulu Ke Mana Saat Sekolah Rusak?

MBG Dituding Habisin APBN, Bos BGN: Dulu Ke Mana Saat Sekolah Rusak? Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluapkan kekesalannya terhadap anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab berkurangnya anggaran di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Menurutnya, narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Sudaryono mengatakan dirinya kerap menemukan komentar di media sosial yang menyebut MBG menghabiskan anggaran negara sehingga pembangunan di sektor lain ikut terhambat. Ia menilai tudingan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan.

"Karena saya gemas juga tuh lihat komentar di sosial media, seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menegaskan pemerintah tetap menjalankan berbagai program prioritas meski mengalokasikan anggaran besar untuk MBG. Menurutnya, peningkatan anggaran pupuk bersubsidi, rehabilitasi sekolah, hingga pembangunan infrastruktur tetap terus berjalan.

Ia menilai persoalan seperti sekolah rusak bukanlah masalah baru yang muncul setelah MBG dijalankan. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika seluruh persoalan tersebut dibebankan kepada program makan bergizi.

"Dulu nggak ada MBG, kan sekolah itu ada yang rusak, bolong apa semua, itu kan nggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi Presiden, ada MBG terus sekolahnya mendadak jadi rusak, kan nggak? Dulu ke mana? Yang sekolah rusak itu dulu duitnya untuk MBG mestinya dari kemarin-kemarin dong, nggak ada MBG harusnya sekolah itu bagus semua, kan nggak," ujarnya.

Sudaryono juga menyinggung kesejahteraan guru honorer yang menurutnya justru mulai mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Ia mengatakan pemerintah telah memastikan gaji guru honorer mencapai Rp2 juta per bulan.

"Guru honorer. Dulu nggak ada MBG kan nggak kemudian karena MBG kemudian guru honorer gajinya kecil. Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp2.000.000, ya kan gitu. Dulu kan nggak. Nah, sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua," tuturnya.

Baca Juga: Sudaryono Balik Serang Pengkritik MBG: Dulu Tak Ada Program Ini, Sekolah Tetap Banyak yang Rusak

Selain itu, Sudaryono menyoroti video-video mengenai masyarakat yang masih harus mempertaruhkan nyawa melintasi jembatan rusak. Ia menegaskan kondisi tersebut telah terjadi jauh sebelum Program MBG dilaksanakan.

Menurutnya, pemerintah kini justru tengah mempercepat pembangunan infrastruktur melalui pembentukan Satgas Jembatan dengan target membangun 10.000 jembatan di berbagai daerah.

"Kemudian orang sekarang di video, orang nyebrang sungai, pake titian mempertaruhkan nyawa. Dulu nggak ada MBG kenapa nggak dibangun jembatannya? Maksud saya, ini sekarang ada diambil MBG, sekarang ada Satgas Jembatan. Target 10.000 jembatan dibangun, sudah ribuan jembatan oleh angkatan darat dan polisi dibangun di desa-desa," tutup Sudaryono.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama