Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

LPKR Bukukan Pendapatan Rp3,61 Triliun dan Laba Bersih Rp385 Miliar pada Semester I-2026

LPKR Bukukan Pendapatan Rp3,61 Triliun dan Laba Bersih Rp385 Miliar pada Semester I-2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

 Sepanjang semester pertama tahun 2026 PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil membukukan pra penjualan sebesar Rp3,70 triliun, pendapatan mencapai Rp3,61 triliun, dan EBITDA sebesar Rp754 miliar, meningkat 20% dibandingkan Rp627 miliar pada Semester I 2025. Laba bersih tercatat sebesar Rp385 miliar dan LPKR memiliki posisi kas sebesar Rp1,41 triliun hingga akhir Juni 2026.

Dalam laporan tertulis yang dikutip Senin (3/8) disebutkan bahwa segmen real estate, pra penjualan menyumbang pendapatan mencapai Rp3,70 triliun, atau setara dengan 62% dari target sepanjang tahun ini, didorong oleh permintaan yang berkelanjutan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau maupun menengah di berbagai wilayah. Hunian tapak sendiri menyumbang 79% dari total pra penjualan, mencerminkan tingginya minat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user).

Pencapaian pra penjualan tersebut juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 & 8 pada Semester I 2026. Proyek baru ini berhasil memenuhi permintaan pasar, baik dari segmen masyarakat umum maupun kelas menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR sebagai salah satu pengembang utama di pasar hunian tapak.

Di dalam Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal memberikan kontribusi sebesar Rp2,22 triliun, disusul penjualan unit komersial sebesar Rp464 miliar, penjualan kavling tanah sebesar Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp65 miliar.

Momentum penjualan semakin diperkuat melalui peluncuran berbagai produk baru di Park Serpong Phase 7 & 8 selama Semester I 2026, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang terjangkau dan mendapat respons positif, terutama dari segmen pembeli rumah terjangkau.

Pada Semester I 2026, sebanyak 72% penjualan dibiayai melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang mencerminkan kuatnya permintaan dari pengguna akhir sekaligus menegaskan keberhasilan strategi LPKR dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.

Segmen lifestyle LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp605 miliar pada Semester I 2026, laba bruto sebesar Rp490 miliar, dan EBITDA meningkat 11% menjadi Rp236 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp131 miliar, meningkat dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp111 miliar.

Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel relatif stabil di kisaran Rp635 ribu dan tingkat okupansi hotel tercatat sebesar 54%. Di sisi lain, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat 1% secara tahunan menjadi rata-rata 11,2 juta pengunjung per bulan, mencerminkan berlanjutnya pemulihan aktivitas ritel.

"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62% dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami. Ke depan, kami akan terus memprioritaskan eksekusi di seluruh proyek township, sembari tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent,” ujar CEO LPKR, John Riady dalam Laporan resmi tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi

Tag Terkait: