- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Happy Hapsoro Kawal sebagai Pembeli Siaga
Kredit Foto: Istimewa
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) berencana menghimpun dana segar hingga Rp1,54 triliun melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Dalam aksi korporasi tersebut, pengusaha Happy Hapsoro masuk sebagai pembeli siaga (standby buyer) dengan komitmen maksimal Rp100 miliar apabila masih terdapat saham yang tidak terserap investor.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, BUVA akan menerbitkan 6.154.263.660 saham baru atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp250 per saham, sehingga berpotensi meraih dana sebesar Rp1.538.565.915.000.
Dalam aksi korporasi ini, setiap pemegang 4 saham lama berhak memperoleh 1 HMETD, yang dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Pemegang saham pengendali PT Nusantara Utama Investama (NUI), yang menguasai 61,07% saham BUVA, menyatakan akan mengeksekusi 2,4 miliar HMETD dari total hak yang dimiliki.
Apabila setelah pelaksanaan HMETD masih terdapat sisa saham yang tidak diambil investor, saham tersebut akan diserap oleh para pembeli siaga sesuai komitmen masing-masing.
Selain Happy Hapsoro dengan komitmen maksimal Rp100 miliar, pembeli siaga lainnya yakni PT Henan Putihrai Sekuritas sebesar Rp100 miliar, PT Tata Tirta Datun Rp350 miliar, serta Ferry Sudjono hingga Rp388,57 miliar.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis sekaligus memperbaiki struktur permodalan perseroan. Salah satu alokasi terbesar mencapai Rp420,49 miliar yang akan disalurkan melalui entitas anak untuk mengakuisisi saham PT Royal Uluwatu Residence serta mendukung pengembangan kawasan di Uluwatu, Bali.
Perseroan juga mengalokasikan Rp417,8 miliar untuk mempercepat pelunasan pokok pinjaman, sehingga diharapkan dapat memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Selain itu, sekitar Rp396,19 miliar akan digunakan membangun infrastruktur proyek Uluwatu Estate, termasuk jalan kawasan, art gallery, natural park, fasilitas olahraga, dan sarana pendukung lainnya.
BUVA turut menyiapkan Rp150 miliar untuk renovasi menyeluruh Hotel Alila Ubud serta Rp150 miliar sebagai penyertaan modal guna mendukung pengembangan proyek Bintan Land.
Dari sisi kinerja keuangan, laporan keuangan per 30 April 2026 menunjukkan total aset perseroan mencapai Rp2,71 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp2,14 triliun dan liabilitas Rp569,31 miliar.
Baca Juga: RATU Terbitkan 271,5 Juta Saham Baru, Ini Rencana Penggunaan Dananya
Baca Juga: Lo Kheng Hong Serok Lagi Saham Gajah Tunggal, Segini Dana yang Digelontorkan!
Pada periode empat bulan pertama 2026, BUVA membukukan pendapatan sebesar Rp96,32 miliar. Perseroan masih mencatat rugi bersih sebesar Rp5,66 miliar. Dalam prospektus dijelaskan bahwa penurunan laba dipengaruhi tidak adanya pengakuan keuntungan dari entitas asosiasi sebagaimana terjadi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga menegaskan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami potensi dilusi kepemilikan hingga 20%.
Sesuai jadwal sementara, pernyataan efektif rights issue ditargetkan diperoleh pada 16 September 2026, sementara perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Oktober 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: