Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kasus Kanker Indonesia Tembus 1,13 Juta, Menkes Budi Gunadi Sadikin Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Kasus Kanker Indonesia Tembus 1,13 Juta, Menkes Budi Gunadi Sadikin Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) terus meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mendorong akses deteksi dini kanker lewat penyelenggaraan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/7/2026) itu menghadirkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai keynote speaker. Forum digelar dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya SWICC sebagai pusat layanan kanker terpadu di wilayah Bogor Raya.

Dalam sambutannya, Budi menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas layanan kanker di Indonesia, seiring tingginya angka kasus dan kematian akibat penyakit tersebut.

"Upaya promotif dan preventif harus diperkuat, termasuk memperluas akses skrining agar kanker dapat terdeteksi lebih awal," ujar Budi.

Presiden Director Sentra Medika Hospital Group Dr. drg. Eddy Suharso, S.H., M.Kes mengatakan kehadiran SWICC di wilayah penyangga Jakarta merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan onkologi yang terintegrasi.

Menurutnya, SWICC mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan secara menyeluruh, mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem yang terintegrasi.

"Kami mengusung konsep One Stop Cancer Care, sehingga pasien dapat memperoleh layanan mulai dari edukasi, deteksi dini, diagnosis, hingga terapi dalam satu sistem terintegrasi," ujarnya.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat beban penyakit kanker di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, jumlah penderita kanker di Indonesia mencapai lebih dari 1,13 juta kasus, dengan 474 ribu kasus baru dan lebih dari 283 ribu kematian. Data tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker.

Dalam BOSS 2026, lebih dari 30 dokter onkologi berpengalaman turut berbagi perkembangan terbaru penanganan berbagai jenis kanker, mulai dari kanker payudara, paru, serviks, kolorektal hingga leukemia. Forum tersebut juga menjadi wadah kolaborasi para tenaga medis dari berbagai daerah untuk memperkuat standar layanan onkologi di Indonesia.

Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani, MARS, CRMP, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat jejaring antartenaga medis.

"Kami ingin memastikan penanganan kanker di Indonesia semakin terstandarisasi dan berbasis perkembangan ilmu terbaru," ujarnya.

Sebagai bagian dari peringatan satu tahun operasionalnya, SWICC juga meluncurkan program 500 skrining kanker gratis bagi masyarakat. Program tersebut mencakup pemeriksaan kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat sebagai upaya memperluas akses deteksi dini.

Selain itu, SWICC menggencarkan kampanye edukasi bertajuk Stronger in Awareness, Together in Detection melalui webinar nasional dan seminar kesehatan guna meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker.

Baca Juga: Prabowo Minta Masyarakat Tinggalkan Seng, Singgung Risiko Kanker Paru

SWICC yang berada di bawah naungan Sentra Medika Hospital Group merupakan pusat layanan kanker terpadu pertama di wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, dan Depok. Layanannya mencakup pemeriksaan diagnostik seperti CT Scan, MRI, mammografi, hingga pemeriksaan berbasis genetik, serta terapi berupa bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, dan terapi target.

Ke depan, SWICC menargetkan penguatan jejaring layanan kanker dan peningkatan kesadaran masyarakat agar deteksi dini dapat dilakukan lebih luas. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kasus kanker stadium lanjut sekaligus meningkatkan harapan hidup pasien di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: