Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Tekstil Makin Bergairah, Enam Perusahaan Gelontorkan Investasi Rp2,7 Triliun

Industri Tekstil Makin Bergairah, Enam Perusahaan Gelontorkan Investasi Rp2,7 Triliun Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri tekstil dan pakaian jadi (TPT) nasional menunjukkan kinerja yang semakin menguat pada triwulan II-2026. Sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan 4,86 persen pada triwulan I-2026.

Pertumbuhan tersebut bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen maupun industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen pada periode yang sama. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa industri TPT kembali menunjukkan daya tahan sekaligus prospek pertumbuhan yang semakin baik.

Penguatan kinerja industri juga diikuti masuknya investasi baru dan perluasan kapasitas produksi. Berdasarkan proyek investasi yang telah diumumkan, sepanjang 2025 hingga Agustus 2026 terdapat enam perusahaan yang merealisasikan investasi pada empat proyek industri tekstil dan pakaian jadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Keenam perusahaan tersebut yakni PT Xinhai Knitting Indonesia, PT FHG Tekstil Indonesia, PT Citra Terus Makmur, PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia. Total nilai investasi yang diumumkan mencapai sekitar Rp2,7 triliun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI), Rizal Tanzil Rakhman, menilai peningkatan pertumbuhan industri yang disertai masuknya investasi menjadi indikator bahwa kepercayaan investor terhadap sektor TPT Indonesia tetap kuat.

"Pertumbuhan industri yang meningkat dari 4,86 persen menjadi 6,36 persen menunjukkan arah yang sangat positif. Kinerja industri tekstil dan pakaian jadi bahkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional maupun industri pengolahan nonmigas," kata Rizal.

Menurut Rizal, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri melalui pembangunan fasilitas manufaktur modern serta pengembangan klaster industri yang lebih terintegrasi.

Di Jawa Tengah, PT Xinhai Knitting Indonesia menanamkan investasi sekitar US$40 juta atau sekitar Rp649 miliar hingga Rp675 miliar di Kabupaten Brebes. Sementara itu, PT FHG Tekstil Indonesia merealisasikan investasi awal senilai Rp569 miliar di Kabupaten Demak.

Baca Juga: Groundbreaking PSEL Legok Nangka Dimulai, Jawa Barat Tancap Gas Ubah 2.131 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

Adapun di Jawa Barat, PT Citra Terus Makmur melakukan perluasan fasilitas produksi di Kabupaten Sumedang dengan nilai investasi Rp500 miliar. Selain itu, PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia membangun kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan dengan nilai investasi sekitar US$60 juta atau sekitar Rp1 triliun.

Rizal menilai tren investasi tersebut mencerminkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan yang menarik bagi industri tekstil global. Menurutnya, daya tarik tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif, serta posisi Indonesia yang strategis dalam rantai pasok regional.

"Kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga melalui sinergi pemerintah dan pelaku usaha sehingga industri TPT semakin berdaya saing di pasar global," ujar Rizal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: