Kredit Foto: Istimewa
Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, mengungkapkan analisanya mengapa Presiden Prabowo Subianto diberi kursi Menteri Pertahanan di kabinet Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada 2019.
Menurut Lukas, salah satu alasan utama adalah Kementerian Pertahanan (Kemhan) memiliki anggaran terbesar kedua di antara kementerian dan relatif sulit diawasi.
"Nah waktu itu kan sebenarnya sekedar mengingatkan, kenapa negonya Prabowo dikasih posisi Menhankam? Salah satunya adalah Menhankam itu dananya nomor dua besar kan dari kementerian, dan relatif unaccountable dibanding kementerian-kementerian lain. Agak gelaplah karena urusan militer kan. Nah, itu sama-sama happy saat itu. Oke, sepakat," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (6/8).
Namun, Lukas menilai sejak awal tidak ada niat untuk bersama-sama membangun bangsa.
Baca Juga: Lukas Luwarso Sebut Prabowo Kembaran Trump: Dia Dua Kali Lebih Fatal
"Masing-masing sudah punya agenda sendiri-sendiri, sebenarnya tidak pernah ada punya untuk bersama-sama membangun Indonesia, membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebagainya. Enggak ada itu," tandasnya.
Sebagai informasi, selama periode 2019–2024, anggaran Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo berkisar Rp117 triliun hingga Rp144 triliun per tahun. Totalnya hampir Rp700 triliun dalam lima tahun. Pada awal masa jabatan 2020, Kemhan sempat menjadi kementerian dengan anggaran terbesar, yakni Rp127,4 triliun hingga Rp131,3 triliun, sebelum kemudian bergeser ke posisi kedua setelah Kementerian PUPR pada tahun-tahun berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: