Herdman Ubah Kutukan Runner-up Jadi Motivasi, AFF 2026 Jadi Panggung Pembuktian Pemain Lokal Indonesia
Kredit Foto: Instagram/@timnasindonesia
Timnas Indonesia datang ke ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 dengan membawa satu misi besar, yakni mengakhiri kutukan sebagai spesialis runner-up. Pelatih John Herdman menegaskan skuad Garuda ingin menjadi generasi pertama yang mampu mengangkat trofi turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Indonesia tercatat sudah enam kali mencapai final ASEAN Championship, tetapi selalu gagal membawa pulang gelar juara. Catatan tersebut menjadi beban sejarah yang terus mengikuti perjalanan skuad Garuda setiap tampil di ajang dua tahunan ini.
Namun, Herdman melihat kegagalan masa lalu bukan sebagai tekanan, melainkan bahan bakar bagi para pemain. Menurutnya, seluruh anggota tim memiliki ambisi besar untuk menciptakan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
"Namun, yang paling mendasar adalah ambisi untuk mengangkat trofi pertama bagi negara ini dan menjadi sosok-sosok pertama yang mencapainya. Anda tentu paham besarnya hasrat, motivasi, dan energi di balik itu semua," ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu menegaskan skuad Garuda ingin menjadi pionir yang memutus penantian panjang masyarakat Indonesia. Menurutnya, semangat tersebut sudah menjadi bagian dari identitas tim sejak awal terbentuk.
"Kami tahu apa tujuan kami di sini. Kami tidak main-main, kami paham betul misi kami. Dan jika kami gagal, rasanya akan sangat menyakitkan," kata Herdman.
Misi tersebut akan diuji saat Indonesia menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A ASEAN Championship 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat (6/8/2026). Laga ini menjadi penentu nasib Garuda karena kemenangan dibutuhkan untuk memastikan tiket ke semifinal.
Indonesia saat ini berada di posisi ketiga klasemen Grup A dengan koleksi enam poin. Sementara Singapura dan Vietnam berada di dua posisi teratas dengan tujuh poin.
Di balik target meraih gelar, Herdman juga menjadikan ASEAN Championship 2026 sebagai panggung evaluasi pemain lokal Indonesia. Ia ingin melihat sejauh mana kemampuan para pemain domestik bersaing dan menunjukkan kualitas mereka di level internasional.
Menurut Herdman, turnamen ini menjadi kesempatan bagi pemain yang tampil di Super League untuk membuktikan diri. Mereka harus menunjukkan kepemimpinan, kemampuan teknis, hingga pemahaman terhadap sistem permainan yang dibangun.
"Jadi, kompetisi ini bertujuan untuk menguji para pemain domestik Indonesia. Itulah intinya," jelas Herdman.
Ia menambahkan, setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk merebut tempat di skuad utama menuju agenda yang lebih besar, termasuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
"Kehadiran saya di tim ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi setiap pemain domestik Indonesia untuk memperjuangkan posisi mereka demi AFC dan Piala Dunia 2030," ujarnya.
Herdman menyebut perjalanan menuju Piala Dunia 2030 membutuhkan proses panjang. ASEAN Championship menjadi salah satu tahapan penting untuk membangun mental bertanding serta pengalaman menghadapi turnamen besar.
"Piala Dunia 2030 adalah tujuan utama negara ini. Jika kita menelusurinya mundur dari titik itu, ada Piala Asia 2027, lalu ada turnamen FIFA ASEAN yang akan datang, serta ASEAN Championship ini," ungkapnya.
Kini, sebelum berbicara lebih jauh mengenai target besar tersebut, Indonesia harus melewati ujian terdekat menghadapi Singapura. Herdman menegaskan kesempatan seperti ini tidak boleh terbuang karena peluang untuk menciptakan sejarah tidak selalu datang dua kali.
"Kesempatan seperti itu jika sudah lepas dari genggaman, tidak akan pernah datang lagi. Ini adalah tim Indonesia yang sedang terluka dan sangat berambisi, mereka tidak akan bermain-main besok," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: