Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diam-diam Ada yang Tak Suka Jokowi Menjadi Sesepuh Raja-Raja Timur: Saya Cek, Ternyata Oknum 'Merah'

Diam-diam Ada yang Tak Suka Jokowi Menjadi Sesepuh Raja-Raja Timur: Saya Cek, Ternyata Oknum 'Merah' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi perbincangan usai dirinya mendapatkan gelar berupa Sesepuh Raja-Raja Timur. Terbaru, muncul dugaan adanya pihak yang tidak senang gelar tersebut didapatkan oleh Jokowi.

Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO) Fritz Alor Boy mengatakan terdapat pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun opini negatif jauh sebelum prosesi penganugerahan berlangsung terhadap Jokowi.

Baca Juga: Akui Suka Bikin Blusukan Jadi Konten, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Memang Selalu bawa Kamera...

"Ada oknum-oknum tertentu yang sampai di titik ini masih mengkomplen soal pemberian atau nobatkan Sesepuh Raja-Raja Timur di NTT. Saya mau ketawa takut salah," ujar Fritz, dikutip Jumat (7/8/2026).

Fritz menilai narasi yang menyebut eks kepala negara itu dinobatkan sebagai raja merupakan framing yang sengaja dimainkan oleh pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa publik seharusnya memahami terlebih dahulu substansi gelar yang diberikan kepada Jokowi.

"Jadi jangan framing. Tidak ada istilah pemberian atau nobatan raja. Itu hanyalah oknum-oknum tertentunya memain sebelum terjadi hal itu," tegasnya.

Ia menduga, pihak-pihak tersebut merupakan kelompok yang tidak menginginkan politikus itu melakukan safari politik. Bahkan, Fritz mengaku sempat menelusuri asal mula penyebaran narasi tersebut.

"Orang-orang yang, maaf ya mungkin takut kalah ke depan. Saya mengecek, ada juga oknum-oknum, salah satu oknum yang saya cek itu dari mana? Merah," ungkapnya.

Namun Fritz tak memberikan detail terkait dengan tuduhannya tersebut. Ia memilih untuk menyerahkan kepada publik untuk menilai sendiri informasi yang beredar.

"Entah benar atau tidak, silahkan cari tahu sendiri. Jadi, ada banyak oknum-oknum yang mudah percaya dan termakan oleh permainan framing-framing liar ini," katanya.

Ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang di media sosial dan lebih memahami makna gelar adat yang diberikan kepada Jokowi di Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, Jokowi menghadiri sejumlah agenda bersama jajaran elite dari Partai Solidaritas Indonesia di Nusa Tenggara Timur. Ia melakukan safari mulai dari 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Baca Juga: Carut-marut Panjang Upaya Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Bukan Kesalahan dari Kami

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik dalam safarinya adalah ketika mantan presiden itu dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor di Festival dan Karnaval Gajah, Kota Kupang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: