Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Potensi Transaksi Art Toys Indonesia di Korea Selatan Tembus Rp17 Miliar

Potensi Transaksi Art Toys Indonesia di Korea Selatan Tembus Rp17 Miliar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produk art toys dan kekayaan intelektual (IP) karya kreator Indonesia semakin mendapat perhatian pasar Korea Selatan. Partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 menghasilkan potensi transaksi hingga US$1 juta atau sekitar Rp17 miliar.

Pameran yang berlangsung di Coex, Seoul, pada 30 Juli–2 Agustus 2026 itu mempertemukan kreator Indonesia dengan sedikitnya 400 calon pembeli dan mitra bisnis.

Potensi transaksi tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan keikutsertaan Indonesia pada 2025 yang mencatatkan nilai sekitar US$500 ribu.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya minat pasar Korea Selatan terhadap produk dan jasa kreatif Indonesia.

“Partisipasi Indonesia dalam URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar art toys sekaligus mendorong ekspor sektor jasa ke Korea Selatan. Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Fajarini dalam keterangan resminya.

Partisipasi Indonesia merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan bersama kelompok seni Artistry Rights Kollektive.

Dalam pameran tersebut, Indonesia menghadirkan paviliun seluas 60 meter persegi yang menampilkan karya 21 kreator hasil kurasi Kemendag, ITPC Busan, dan Artistry Rights Kollektive.

Karya yang dipamerkan mencakup art toys, designer toys, dan collectible toys yang memiliki nilai estetika sekaligus perlindungan kekayaan intelektual.

Pendiri Artistry Rights Kollektive Stevanus Lianto mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut memberikan kesempatan bagi seniman Indonesia untuk bertemu langsung dengan calon mitra dan memahami ekspektasi pasar Korea Selatan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah bagi seniman art toys untuk hadir di URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026. Sangat menantang saat bertemu calon mitra, karena mereka memiliki ekspektasi tinggi dan kami harus mengelola ekspektasi mereka,” kata Stevanus.

Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara kreator Indonesia dan pelaku industri di Korea Selatan.

Duta Besar RI untuk Republik Korea Cecep Herawan turut mendukung promosi karya kreatif Indonesia di Korea Selatan. Ia menilai industri kreatif dapat menjadi salah satu penghubung dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

“Industri kreatif memiliki peran penting dalam mempererat kemitraan strategis, termasuk di sektor industri kreatif kedua negara untuk memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Cecep.

Baca Juga: Komdigi Kejar 5G hingga Pelosok pada 2029, Demi Sambut Ledakan Ekonomi Berbasis AI

Sementara itu, Kepala ITPC Busan Husodo Kuncoro Yakti mengatakan promosi produk kreatif Indonesia di pasar Korea Selatan perlu dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Pameran ini menjadi jembatan bagi seniman Indonesia untuk mempelajari preferensi dan pasar Korea Selatan,” ujar Husodo.

Ia menilai keikutsertaan Indonesia dapat mendongkrak nilai ekspor jasa, mendorong pengembangan dan komersialisasi kekayaan intelektual lokal, serta menciptakan peluang kerja sama jangka panjang bagi industri kreatif nasional.

URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 sendiri merupakan salah satu festival seni urban dan pameran art toys terbesar di Korea Selatan. Ajang tersebut memadukan unsur budaya pop, grafiti, seni rupa urban, dan mainan koleksi.

Tahun ini, pameran tersebut menghadirkan lebih dari 100 seniman dari 15 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Taiwan, China, Singapura, Malaysia, dan Jerman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Istihanah

Tag Terkait: