Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

336 Ribu Orang Berebut 3.400 Kuota Upacara HUT Ke-81 RI di Istana, Pemerintah Buka Pendaftaran Lagi

336 Ribu Orang Berebut 3.400 Kuota Upacara HUT Ke-81 RI di Istana, Pemerintah Buka Pendaftaran Lagi Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI secara langsung di Istana Merdeka ternyata sangat tinggi. Dari sekitar 5.500 kuota undangan yang sebelumnya dibuka, lebih dari 336 ribu orang tercatat mengikuti proses pendaftaran.

Melihat tingginya minat tersebut, pemerintah kembali menambah kuota masyarakat yang bisa hadir langsung dalam upacara kemerdekaan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan tambahan 3.400 undangan akan dibagi dalam dua sesi pada 17 Agustus 2026.

Dua sesi tersebut terdiri atas Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih pada sore hari. Pembagian ini dilakukan agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan langsung suasana peringatan kemerdekaan di Istana.

"Nanti tentu akan kita bagi menjadi dua sesi yaitu upacara pagi dan upacara penurunan bendera untuk menambah atau mengakomodir jumlah supaya jauh lebih banyak masyarakat dapat ikut hadir di Istana," kata Prasetyo di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pendaftaran tambahan 3.400 undangan tersebut akan dibuka melalui laman Pandang Istana mulai Selasa (11/8/2026). Kuota tambahan ini menjadi kesempatan baru bagi masyarakat yang sebelumnya belum mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara secara langsung.

Sebelumnya, pemerintah telah membuka pendaftaran sekitar 5.500 kuota undangan pada 5-9 Agustus 2026. Namun, jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 336 ribu orang menunjukkan bahwa kapasitas tersebut masih jauh dari jumlah masyarakat yang ingin hadir.

"Ini menunjukkan dan membuktikan antusias masyarakat untuk dapat hadir mengikuti peringatan detik-detik proklamasi sangat tinggi," ujar Prasetyo.

Pemerintah juga berencana memberikan prioritas kepada masyarakat yang belum pernah mengikuti upacara peringatan kemerdekaan secara langsung di Istana. Kebijakan tersebut diharapkan membuat kesempatan menghadiri upacara dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

"Kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi saudara-saudara kita, masyarakat kita yang belum pernah sama sekali," kata Prasetyo.

Baca Juga: Mensesneg Ungkap Rangkaian Agenda HUT ke-81 RI, Dimulai Pidato Kenegaraan hingga Upacara di Istana

Selain menambah kuota, pemerintah mengajak masyarakat di berbagai daerah ikut menyemarakkan Bulan Kemerdekaan melalui kegiatan sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

Prasetyo berharap peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya berlangsung di lingkungan Istana, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk menunjukkan rasa cinta tanah air, persatuan, dan kebanggaan terhadap Indonesia.

"Tentu kita semua memiliki keahlian, memiliki profesi, memiliki bidang masing-masing yang sebagai anak-anak Indonesia, mari semua di bulan kemerdekaan ini kita isi sesuatu hal dengan penuh rasa cinta tanah air, penuh semangat persatuan, penuh nasionalisme, penuh kebanggaan kepada bangsa dan negara yang kita cintai," tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: