Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prudential Kantongi Rp5,5 Triliun, Premi Tumbuh 8,2% di Tengah Inflasi Medis

Prudential Kantongi Rp5,5 Triliun, Premi Tumbuh 8,2% di Tengah Inflasi Medis Kredit Foto: Prudential Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Prudential Indonesia catatkan total pendapatan premi sebesar Rp5,5 triliun pada kuartal I-2026 tumbuh 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring dengan itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatatkan pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 5,87% secara tahunan (YoY) menjadi Rp76,79 triliun per Mei 2026. Sebelumnya, pertumbuhan juga tercatat pada April 2026, yaitu sebesar 3,28% YoY menjadi Rp62,58 triliun, setelah sempat mengalami periode kontraksi.

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi mengatakan pertumbuhan premi industri dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan perlindungan finansial dan kesehatan.

“Kami melihat pertumbuhan premi asuransi jiwa dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial dan kesehatan, khususnya di tengah tingginya biaya kesehatan dan berbagai ketidakpastian ekonomi," ujarnya kepada Warta Ekonomi, Selasa (11/8/2026).

Ia menilai, industri juga terus mengembangkan produk dan layanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Adapun pertumbuhan tersebut juga turut ditopang oleh saluran distribusi yang semakin beragam dalam menjangkau berbagai segmen.

Memasuki semester II-2026, Prudential Indonesia juga menghadapi tantangan berupa ketidakpastian geopolitik global dan inflasi medis. Namun, perusahaan tetap fokus membangun momentum pertumbuhan berkelanjutan dengan menghadirkan solusi perlindungan yang relevan bagi nasabah.

“Di tahun 2026, kami tetap fokus membangun momentum pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah berbagai tantangan industri dan pasar yang terus berkembang seperti ketidakpastian geopolitik global dan inflasi medis," tuturnya.

Baca Juga: Premi Asuransi Umum Lesu, AAUI Sebut Masalahnya Bukan Sekadar Ekonomi

Baca Juga: OJK Kaji Tarif Premi Asuransi EV, Bakal Jauh Lebih Mahal dari Kendaraan Bensin

Baca Juga: AAUI Buka Peluang Premi Asuransi Naik Jika Iuran Program Penjaminan Polis Membengkak

Dari sisi operasional, perusahaan juga mengembangkan kapabilitas digital, termasuk kecerdasan buatan (AI). Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat inovasi, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, Prudential mengatakan bahwa pasar domestik masih memiliki potensi peretumbuhan karena masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh perlindungan secara memadai.

"Indonesia menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat besar dengan tingginya populasi masyarakat yang belum memiliki perlindungan yang memadai. Di Prudential Indonesia, kami fokus dalam menghadirkan solusi perlindungan dan finansial yang inovatif untuk memennuhi kebutuhan berbagai segmen nasabah," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri