Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Reshuffle Kabinet Prabowo Bakal Rugikan Dedi Mulyadi

Reshuffle Kabinet Prabowo Bakal Rugikan Dedi Mulyadi Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti hasil survei terbaru yang menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lebih tinggi dibanding Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rocky, elektabilitas Prabowo berpotensi naik jika melakukan reshuffle kabinet besar-besaran pada periode September hingga Oktober 2026.

"Kalau misalnya Presiden Prabowo lakukan radical break September Oktober itu ya presiden pasti naik elektabilitasnya kan," ujarnya dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Selasa (11/8).

Rocky menambahkan, reshuffle kabinet sesuai tuntutan publik akan berdampak langsung pada elektabilitas. 

"Kan pasti naik dong orang bikin sesuatu yang dituntut publik ini ganti menteri segala macam tuh seperti tuntutan total politik yang wawancara gue gitu kan ganti itu," imbuhnya.

Jika hal tersebut terjadi, Rocky menilai elektabilitas Prabowo akan naik, sementara Dedi otomatis turun. "Kalau itu terjadi pasti elektabilitas presiden naik artinya ya Dedi pasti turun kan enggak mungkin dia naik Dedi juga naik," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam survei elektabilitas calon presiden terbaru yang dirilis oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia pada akhir Juli 2026, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo.

Baca Juga: Rocky Gerung: Elektabilitas Dedi Ungguli Prabowo, Hasil Algoritma Media Sosial

Dalam simulasi semi terbuka SMRC, Dedi menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 35%, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 14,5%. Dalam simulasi head to head, keunggulan Dedi melebar hingga 59% berbanding 28,3% untuk Prabowo. 

Indikator Politik Indonesia juga mencatat Dedi memimpin dalam simulasi elektabilitas. Meski tingkat pengenalan publik terhadap Prabowo lebih tinggi (98,8% vs 88,2%), tingkat kesukaan responden terhadap Dedi jauh lebih unggul, yakni 88,3% dibanding Prabowo yang hanya 68,1%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya