Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Elite Pejabat Jakarta Jengkel Lihat Challenge Hafalan Qur'an Demi Miras

Elite Pejabat Jakarta Jengkel Lihat Challenge Hafalan Qur'an Demi Miras Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyayangkan adanya kegiatan promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan (challenge) hafalan Al-Qur’an saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut).

Suhud meminta pelaku usaha, khususnya di sektor hiburan, tidak menggunakan simbol agama sebagai gimmick untuk menarik perhatian atau pengunjung. Menurutnya, promosi bisnis seharusnya dilakukan dengan cara yang kreatif tanpa menyentuh ranah keagamaan secara tidak tepat.

“Jangan sampai ini terulang di masa yang akan datang dalam kegiatan hiburan-hiburan lainnya,” ujar Suhud, Rabu (12/8/2026).

Dia mendorong para pengusaha mengembangkan inovasi bisnis yang sehat dan kreatif. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar industri hiburan di Jakarta dapat berkembang tanpa menimbulkan persoalan yang berkaitan dengan sensitivitas agama.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengecam promosi minuman keras gratis yang dikemas dalam bentuk tantangan hafalan surah Al-Qur’an dan kemudian viral di media sosial.

Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengambil tindakan tegas terhadap kegiatan tersebut.

"Tidak boleh terjadi di Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pramono mengatakan dirinya telah meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta Ali untuk segera berkoordinasi dan mengambil langkah terhadap kegiatan tersebut.

“Saya akan minta kepada Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta,” katanya.

Menurut Pramono, Pemprov DKI bersama seluruh elemen masyarakat selama ini berupaya menjaga keharmonisan antarumat beragama di Jakarta. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas keagamaan.

Karena itu, Pramono menilai promosi minuman keras yang dikaitkan dengan simbol atau kegiatan keagamaan dapat mencederai kerukunan yang selama ini dijaga di Ibu Kota.

"Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat, yang kita jaga bersama di Jakarta,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi promosi minuman keras tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam kegiatan itu, pengunjung ditantang membacakan hafalan surah Al-Qur’an untuk mendapatkan produk minuman keras secara gratis.

Pengunjung yang mampu menghafalkan surah Ad-Dhuha disebut akan mendapatkan produk tersebut secara cuma-cuma.

Kegiatan tersebut kemudian menuai sorotan karena promosi produk minuman keras dikemas dengan menggunakan aktivitas yang berkaitan dengan hafalan Al-Qur’an. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta meminta kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan hiburan di Jakarta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat