Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Itu Luar Biasa!' Wali Kota New York Kaget Tahu Transportasi Gratis Jakarta Dibayar Pemprov DKI

'Itu Luar Biasa!' Wali Kota New York Kaget Tahu Transportasi Gratis Jakarta Dibayar Pemprov DKI Kredit Foto: Diskominfotik DKI Jakarta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menunjukkan ketertarikannya terhadap kebijakan transportasi publik Jakarta setelah mendengar penjelasan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Salah satu hal yang membuatnya terkesan adalah kebijakan transportasi gratis bagi kelompok tertentu yang seluruh subsidinya ditanggung pemerintah daerah.

Momen tersebut terekam dalam percakapan Pramono dan Mamdani yang diunggah melalui media sosial Pramono pada Senin (21/9/2026). Keduanya berbincang mengenai persoalan perkotaan, terutama kemacetan dan upaya membangun sistem transportasi publik yang mampu melayani mobilitas warga dalam jumlah besar.

Mamdani terlebih dahulu menanyakan langkah yang dilakukan Jakarta untuk mengatasi persoalan kemacetan. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab Pramono dengan menjelaskan kondisi Jakarta sebagai bagian dari kawasan metropolitan dengan jumlah penduduk yang sangat besar.

Pramono mengutip data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut populasi kawasan aglomerasi metropolitan Jakarta mencapai sekitar 42 juta jiwa. Selain warga Jakarta, jutaan orang dari wilayah penyangga juga setiap hari bergerak menuju dan keluar dari ibu kota.

Menurut Pramono, mobilitas tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperluas layanan transportasi hingga kawasan penyangga. Salah satunya melalui layanan Transjabodetabek yang tidak hanya beroperasi untuk warga di dalam Jakarta.

“Pertama-tama saya membuka layanan bus Transjabodetabek, di mana bukan hanya melayani Jakarta, tapi zona penyangga,” kata Pramono.

Pramono kemudian memaparkan ekosistem transportasi publik yang tersedia di Jakarta. Selain Transjakarta, warga juga memiliki akses terhadap KRL, LRT, hingga MRT sebagai bagian dari sistem mobilitas perkotaan.

Ia menyebut konektivitas transportasi Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 93 persen. Cakupan tersebut, menurut Pramono, juga memperhatikan kebutuhan kelompok masyarakat tertentu, termasuk lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak.

Yang kemudian menarik perhatian Mamdani adalah ketika Pramono menjelaskan bahwa kelompok tersebut dapat menggunakan layanan transportasi secara gratis. Kebijakan itu bukan dibiarkan berjalan tanpa pendanaan, melainkan mendapat subsidi dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Temui Mamdani, Pramono Bahas Jakarta Bond Hingga Kemacetan Jakarta

“Semuanya gratis untuk mereka,” ujar Pramono.

“Gratis?” tanya Mamdani untuk memastikan.

“Gratis. Ini semua disubsidi oleh pemerintah Jakarta,” jawab Pramono.

Mamdani kemudian kembali memastikan sumber pembiayaan kebijakan tersebut. Ia bertanya apakah subsidi itu berasal dari pemerintah pusat atau pemerintah lokal Jakarta.

“Pemerintah Jakarta atau pemerintah pusat?” tanya Mamdani.

“Pemerintah lokal [Jakarta],” jawab Pramono.

Mendengar penjelasan tersebut, Mamdani memberikan respons singkat yang menunjukkan apresiasinya terhadap kebijakan tersebut.

“Itu luar biasa,” ujar Mamdani sembari mengangguk.

Percakapan tersebut menjadi menarik karena Mamdani sendiri memimpin New York, salah satu kota metropolitan terbesar di dunia yang juga menghadapi persoalan transportasi dan kemacetan. Dalam pertemuannya dengan Pramono, persoalan mobilitas perkotaan pun menjadi salah satu topik yang dibahas.

Pramono berada di New York dalam rangka menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 atas undangan Mamdani. Forum tersebut berlangsung pada 19-21 September 2026 dan dipimpin bersama oleh New York dan Los Angeles.

U20 merupakan engagement group G20 yang mempertemukan pemimpin kota-kota besar untuk membahas berbagai persoalan perkotaan. Agenda yang dibahas mencakup perumahan terjangkau, aksi iklim, ketahanan kota, hingga mobilitas masyarakat.

Sebagai salah satu pemimpin kota yang terlibat dalam forum tersebut, Mamdani menekankan pentingnya kerja sama konkret antarkota. Pertemuan dengan Pramono menjadi salah satu ruang untuk bertukar pengalaman mengenai bagaimana kota besar menghadapi persoalan mobilitas warganya.

Bagi Jakarta, perluasan transportasi publik menjadi bagian penting dalam menghadapi tingginya pergerakan warga dari wilayah aglomerasi. Sementara bagi New York, pengalaman Jakarta mengenai integrasi transportasi dan pemberian subsidi bagi kelompok tertentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk dibicarakan dalam konteks kerja sama antarkota.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama