Trauma Diamuk, Puan Janji Tak Ada Joget-joget di Sidang Tahunan: Tapi Gembira Boleh Dong
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Sorotan publik terhadap aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD 2025 rupanya menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan agenda kenegaraan tahun ini.
Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan para anggota dewan akan lebih menjaga sikap dan mengikuti seluruh prosesi dengan khidmat.
Meski begitu, Puan meminta publik tidak salah memahami ekspresi kegembiraan para anggota dewan. Menurutnya, aksi spontan tahun lalu terjadi setelah agenda resmi selesai.
"Sebenarnya itu secara spontan itu kita karena memang merasa gembira. Nah dalam pelaksanaan waktu mendengarkan pidato Bapak Presiden dan kemudian pidato RAPBN sebenarnya semuanya juga mendengarkan dengan khidmat," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga: Prabowo Heran Banyak Rakyat Miskin Masih Bisa Tersenyum: Luar Biasa, Saya Tidak Mengerti
Puan menjelaskan, momen yang kemudian ramai disorot terjadi ketika rangkaian penyampaian pidato resmi telah berakhir dan acara beralih ke sesi lagu atau hiburan. Karena itu, ia menegaskan aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk meremehkan ataupun mengganggu kekhidmatan agenda kenegaraan.
"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai, tidak menghormati dalam acara yang harusnya dilakukan secara khidmat atau resmi, karena memang acara resminya sudah selesai," ujarnya.
Namun, pengalaman tahun lalu membuat Puan berjanji para anggota DPR akan lebih mawas diri dalam mengikuti Sidang Tahunan kali ini. Ia memastikan sikap dan fokus anggota dewan akan lebih diperhatikan sejak awal hingga rangkaian acara berakhir.
Baca Juga: Megawati Ogah PDIP Ditawari Masuk Kabinet, Gerindra: Pak Prabowo Juga...
"InsyaAllah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," ungkapnya.
Meski demikian, Puan tidak sepenuhnya melarang ekspresi kegembiraan. Ia menilai anggota dewan tetap boleh menunjukkan rasa bahagia, selama dilakukan dalam situasi dan batas yang tepat.
"Namun ya tentu saja ada saat bagaimana mengekspresikan diri dalam mengekspresikan bahwa ini adalah hari kemerdekaan ya tentu saja boleh dong kalau kemudian kami juga merasa gembira bahwa Indonesia alhamdulillah sudah merdeka 81 tahun," tambahnya.
Sementara itu, panitia penyelenggara Sidang Bersama Tahunan MPR-DPR-DPD 2026 juga mengambil langkah berbeda. Tahun ini, lagu yang diputar selama rangkaian acara akan dibatasi pada lagu-lagu nasional dan daerah.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi atas kejadian pada Sidang Tahunan 2025.
"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (memutar lagu-lagu yang memancing joget)," kata Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.
Evaluasi itu dilakukan setelah aksi joget anggota dewan pada Sidang Tahunan 2025 menuai sentimen publik. Peristiwa tersebut bahkan terjadi tidak lama sebelum gelombang demonstrasi pada akhir Agustus.
Selain pemilihan lagu, dekorasi gedung juga akan dibuat lebih sederhana. Panitia ingin nuansa acara tetap mencerminkan karakter sebagai agenda kenegaraan yang berlangsung khidmat.
"Itu evaluasi kami, sehingga acara tersebut hikmat, hikmat terhadap pelaksanaannya semua," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: