Kredit Foto: Ist
Presiden Prabowo Subianto mengakui belum seluruh janji yang disampaikan kepada rakyat dapat dituntaskan setelah 21 bulan memimpin pemerintahan. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah telah memulai penyelesaian berbagai persoalan yang selama puluhan tahun dinilai sulit diselesaikan melalui serangkaian kebijakan transformatif.
Ia mengatakan dirinya telah bersumpah menjalankan pemerintahan secara bersih dan jujur dengan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilihnya pada Pemilihan Presiden.
"Saya telah bersumpah untuk menjalankan kepemimpinan negara dengan bersih dan jujur, mengedepankan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya," ujarnya, saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Prabowo, selama memimpin pemerintahan terdapat empat pedoman utama yang menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pertama, menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional (the core and vital national interest), termasuk mengelola kekayaan alam agar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Pedoman ketiga adalah mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sedangkan pedoman keempat memastikan seluruh kebijakan berorientasi pada kepentingan rakyat, termasuk generasi mendatang.
Prabowo mengakui berbagai tantangan nasional belum sepenuhnya terselesaikan. Namun, ia menilai pemerintah telah menunjukkan kemajuan dalam menangani persoalan yang selama ini dianggap rumit.
"Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang sudah kita lihat hasil-hasilnya, dan apa yang masih harus kita selesaikan. Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai atau seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum," katanya.
Meski demikian, ia menilai keberanian mengambil keputusan, kerja keras, serta gotong royong menjadi faktor yang mendorong penyelesaian berbagai persoalan nasional.
"Tapi waktu kurang dua tahun kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, kerja keras didasarkan pada hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat, dan dengan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan," ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai. Namun, menurutnya, fondasi penyelesaiannya telah mulai dibangun.
"Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa selama 21 bulan atau tepatnya 663 hari memimpin pemerintahan, pemerintah telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan," katanya.
Baca Juga: 30 Tahun Pengelolaan BUMN Mau Dibongkar, Prabowo Buka Opsi Pengadilan Ad Hoc
Baca Juga: Prabowo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 6% di Akhir 2026
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Janji untuk Rakyat, Termasuk yang Tak Memilihnya
Ia menyebut capaian tersebut setara dengan penerbitan satu kebijakan transformatif setiap lima hari.
"Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif tiap lima hari. Begitu kerasnya menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja," ujar Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: