Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Teriak' ke Pemerintah, Anggota DPR sebut Kalimantan Kini Sudah Seperti Setengah Neraka

'Teriak' ke Pemerintah, Anggota DPR sebut Kalimantan Kini Sudah Seperti Setengah Neraka Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mendesak pemerintah untuk segera menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional.

Desakan ini muncul menyusul kondisi kebakaran yang semakin memburuk dan hampir melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

"Kalimantan sudah seperti setengah 'neraka' sekarang karena Karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan," kata Daniel dalam keterangan persnya pada Jumat (21/8/2026).

Peningkatan status ini dinilai mendesak karena dampak karhutla kini telah merusak ekosistem, menyebabkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga mengganggu perekonomian.

Bahkan, kabut asap yang pekat membuat jarak pandang di sejumlah wilayah, seperti Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, anjlok drastis hingga tersisa hanya 10 meter.

Akibatnya, transportasi darat dan udara lumpuh, dan sekolah-sekolah di Kubu Raya serta Kota Pontianak terpaksa diliburkan

Karhutla di Kalimantan pun menimbulkan dampak lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap pekat, rusaknya ekosistem serta habitat satwa, hingga polusi lintas batas negara tetangga.

Bahkan ratusan sekolah di Malaysia ditutup sementara dampak kabut asap Karhutla di Kalimantan. Malaysia menyatakan siap membantu penanganan Karhutla di Indonesia agar dampaknya dapat segera tertangani.

Anggota DPR asal Kalimantan Barat ini pun menyoroti kurangnya persiapan Pemerintah mengantisipasi Karhutla yang merupakan bencana langganan di Indonesia.

Daniel mengingatkan, dampak Karhutla dirasakan bukan hanya di dalam negeri, tapi juga mengganggu negara tetangga. 

"Saya juga mempertanyakan bagaimana mitigasi yang dilakukan Pemerintah karena Karhutla ini kan bencana yang selalu terjadi setiap tahunnya. Kenapa menunggu sampai besar baru kemudian ditangani secara serius," jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat