Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Istana Pastikan Komunikasi dengan Malaysia soal Asap Karhutla

Istana Pastikan Komunikasi dengan Malaysia soal Asap Karhutla Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyatakan telah menjalin komunikasi dengan negara tetangga terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan melintasi batas wilayah hingga Malaysia dan Singapura. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan komunikasi berlangsung melalui jalur informal maupun jalur resmi yang dikoordinasikan Kementerian Luar Negeri.

“Kalau secara informal ada, secara formal juga melalui Pak Menlu tentu ada komunikasi. Makanya kita berusaha secepatnya menangani karhutla,” kata Prasetyo kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Karhutla kembali meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan sejak pertengahan Agustus 2026, di tengah kondisi cuaca kering dan El Niño kuat.

Greenpeace Indonesia mencatat 592 titik sumber asap pada 11–16 Agustus, dengan 455 titik berada di kawasan gambut. Sebarannya meliputi 322 titik di Kalimantan Barat, 181 titik di Kalimantan Tengah, dan 86 titik di Kalimantan Selatan.

Kementerian Kehutanan kemudian mencatat 750 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sepanjang 17–19 Agustus.

Pada 19 Agustus saja, jumlah titik panas di tiga provinsi tersebut mencapai 518 titik, naik lebih dari empat kali lipat dari 109 titik pada sehari sebelumnya.

Dampak karhutla juga tercatat meluas ke sejumlah provinsi lain. Diwartakan sebelumnya, sebanyak 3.158.166 warga terdampak di 29 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak, antara lain Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumateral Selatan dan Jambi.

Di Kalimantan Tengah, luas karhutla mencapai 7.634,46 hektare hingga 22 Agustus. Pemerintah daerah mencatat 19.992 titik panas dan 1.639 kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026.

Prabowo Ancam Tindak Pembakar Hutan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan pada Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungan itu, Presiden meminta penanganan dilakukan secara total, termasuk penambahan helikopter, pompa air, kendaraan, dan personel di lapangan.

Prabowo juga menegaskan pemerintah akan menindak individu maupun korporasi yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Sanksi dapat berupa proses hukum hingga pencabutan izin usaha.

“Harus kita tindak ya. Akan kita tindak. Kalau benar-benar terbukti, ya kita tindak,” kata Prabowo setelah rapat penanganan karhutla di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Pemerintah membagi penanganan di wilayah terdampak kepada unsur TNI dan Polri. Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan menangani Kalimantan Barat, sementara Kalimantan Tengah dikoordinasikan KSAD bersama Wakapolri. Untuk Kalimantan Selatan, penanganan melibatkan KSAL dan Asisten Utama Operasi Polri.

Baca Juga: Mensesneg Bantah Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla

Baca Juga: 5 Jurus Prabowo Jinakkan Karhutla Kalimantan: 1.500 TNI hingga Water Bombing

Baca Juga: Gara-gara Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78 Persen

Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik

Asap dari karhutla di Indonesia dilaporkan memperburuk kualitas udara di Sarawak, Malaysia, terutama wilayah Serian yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Pemerintah Malaysia menyatakan akan menempuh jalur diplomatik dengan mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia dan Sekretariat ASEAN.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyebut isu kabut asap lintas batas juga akan dibawa melalui mekanisme ASEAN untuk mendorong koordinasi bersama dengan Indonesia.

“Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas,” kata Mohamad, Jumat (21/8/2026).

Selain Malaysia, Singapura juga meningkatkan kewaspadaan atas potensi kabut asap dari kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. Sejumlah laporan menyebut kondisi tersebut mendorong peringatan kepada warga, sementara dampak kabut asap di Malaysia telah membuat ratusan sekolah diliburkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dian Ihsan

Tag Terkait: