Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Beda Total dari Prabowo, Ramalan Presiden RI 2029

Beda Total dari Prabowo, Ramalan Presiden RI 2029 Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Mazdjo Pray meramalkan kriteria Presiden RI 2029 yang berbeda total dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, pemilih Indonesia cenderung memilih presiden dengan karakter yang berlawanan dari presiden sebelumnya. Ia mencontohkan terpilihnya Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 karena dianggap sebagai antitesis dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dulu Jokowi itu dianggap menarik karena antitesa presiden sebelumnya, ya kan di Indonesia itu dikenal sebagai demokrasi kebalik," ujarnya dalam kanal YouTube YouthTV Indonesia, dikutip Minggu (23/8).

Mazdjo menambahkan, pola tersebut terlihat dari pergeseran preferensi publik, ketika presiden sebelumnya sipil, masyarakat cenderung menginginkan presiden berlatar militer. Sebaliknya, setelah dipimpin tokoh militer seperti Prabowo, kemungkinan besar publik akan mencari sosok sipil.

"Nah, kalau hal itu teori itu masih berlaku, maka 2029 itu bisa jadi yang jadi presiden adalah yang pertama sipil, yang kedua tenang pembawaannya, yang ketiga harmonis hubungannya dengan semua orang. Kira-kira itu bisa jadi itu ya," tandasnya.

Sebagai informasi, Prabowo sendiri pernah menyatakan tidak akan maju lagi sebagai capres di Pilpres 2029 jika kecewa dengan kinerjanya pada tahun keempat masa pemerintahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato sambutan di acara penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2025.

Saat itu, Prabowo merespons tindakan sejumlah kader partai yang mulai menggembar-gemborkan dukungan agar dirinya maju kembali di Pilpres 2029, padahal masa jabatannya sebagai presiden baru berjalan sekitar 100 hari.

Baca Juga: 5 Jurus Prabowo Jinakkan Karhutla Kalimantan: 1.500 TNI hingga Water Bombing

"Saya katakan, saya katakan, kalau tahun keempat saya mengabdi, dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju tahun 2029,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, dirinya akan merasa malu kepada masyarakat Indonesia jika tetap maju dua periode sementara target, janji kampanye, dan prestasi selama empat tahun pertama tidak tercapai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya