Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IRRESISTIBLE BAZAAR Perluas Bisnis Lewat IP IRRESS LOCAL

IRRESISTIBLE BAZAAR Perluas Bisnis Lewat IP IRRESS LOCAL Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

IRRESISTIBLE BAZAAR memperluas lini bisnisnya dengan meluncurkan intellectual property (IP) baru bertajuk IRRESS LOCAL. Program tersebut menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat ekosistem bisnis fashion lokal sekaligus menangkap potensi pertumbuhan brand lokal berkualitas di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Founder IRRESISTIBLE BAZAAR sekaligus Owner Ginger Luxthings dan DAMBHA OFFICIAL, Marisa Tumbuan, mengatakan IRRESS LOCAL dirancang sebagai wadah kolaborasi antara brand lokal dengan branded seller yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem IRRESISTIBLE BAZAAR.

“Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, mari kita mencari solusi daripada menangisi kondisi ekonomi global dan nasional yang tengah sulit lewat kolaborasi mutualisme bersama,” ujar Marisa dalam Intimate Media Gathering IRRESS LOCAL di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Marisa, pengembangan IRRESS LOCAL merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas kontribusi brand lokal dalam ekosistem bisnis yang telah dibangun IRRESISTIBLE BAZAAR selama 11 tahun.

Selama ini, brand lokal berkualitas telah menjadi bagian dari perhelatan IRRESISTIBLE BAZAAR. Namun, kontribusinya masih relatif kecil dengan persentase kurang dari 10% dari keseluruhan peserta.

“Sudah lama brand lokal berkualitas yang lolos kurasi kami ikut dalam acara bazaar. Namun memang secara persentase masih terbilang di bawah 10%. Kali ini antusiasme dari sesama brand lokal kian meningkat dan kami pun menyambut dengan terbuka dan siap mendukung penuh,” kata Marisa.

Melalui IRRESS LOCAL, perusahaan membuka ruang yang lebih besar bagi brand lokal untuk mendapatkan akses langsung kepada konsumen. Model tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi brand untuk memperkenalkan produk, menguji respons pasar, hingga membangun hubungan dengan pelanggan secara langsung.

IRRESS LOCAL akan diperkenalkan perdana dalam gelaran IRRESISTIBLE BAZAAR Kota Kasablanka pada 26-30 Agustus 2026. Sebanyak 11 brand lokal akan berpartisipasi, yakni BAZIA, COTTON INK, DAMBHA OFFICIAL, DIBBA OFFICIAL, HAIDEE & ORLIN, MKS SHOES, SROJA, SAMADENGAN THE LABELS, RIERA HOMEWEAR, ROLLAND STUDIO EYEWEAR, dan WOU BATIK BY LENY RAFAEL.

Marisa mengatakan seluruh brand tersebut dipilih melalui proses kurasi yang mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari konsistensi dan kualitas produk, nilai brand, basis pelanggan loyal, hingga respons dan ulasan konsumen.

“Pemilihan brand lokal tidak dilakukan secara sembarangan. Saya dan tim banyak melakukan riset dan observasi. Banyak variabel mulai dari konsistensi produk, kualitas produk, nilai brand yang dibangun, komunitas pelanggan loyal hingga respons dan review masyarakat terhadap brand tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Penutupan Festival Bazar Kemendagri 2026, Tak Hanya Dorong UMKM tapi Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan

Strategi kurasi tersebut menjadi salah satu nilai jual IRRESS LOCAL untuk membedakannya dari bazaar pada umumnya. Konsumen tidak hanya mendapatkan pilihan produk lokal, tetapi juga produk yang telah melalui proses seleksi berdasarkan kualitas dan potensi brand.

Bagi brand lokal, kehadiran IRRESS LOCAL juga memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui pengalaman berbelanja secara langsung. Salah satunya Rolland Studio Eyewear yang baru berdiri sekitar lima bulan.

Owner dan Founder Rolland Studio Eyewear, Adhitya, mengatakan keikutsertaannya di IRRESS LOCAL memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melihat dan mencoba langsung produk yang ditawarkan.

Selain Rolland Studio Eyewear, WOU Batik melihat kolaborasi tersebut sebagai peluang untuk memperkuat daya saing produk lokal. Direktur Kreatif WOU Batik, Leny Rafael, mengatakan kualitas produk Indonesia memiliki potensi untuk bersaing dengan produk dari luar negeri.

Sementara itu, DIBBA Official akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan koleksi terbatas yang hanya tersedia dalam gelaran IRRESS LOCAL.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa IRRESS LOCAL tidak hanya berfungsi sebagai kanal penjualan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi brand untuk melakukan aktivasi produk, memperkuat positioning, dan menciptakan pengalaman eksklusif bagi konsumen.

Marisa berharap IRRESS LOCAL dapat berkembang menjadi barometer baru bagi bazaar yang menghadirkan brand lokal berkualitas dan terkurasi.

“Semoga IRRESS LOCAL dapat menjadi barometer baru mengenai bazaar yang menghadirkan brand lokal berkualitas terkurasi dengan keunggulan produk. Tujuan lainnya, ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen setia ketika berbelanja di IRRESS LOCAL,” kata Marisa.

Dengan peluncuran IP baru tersebut, IRRESISTIBLE BAZAAR berupaya memperluas model bisnisnya dari sekadar penyelenggara bazaar fashion luxury dan preloved menjadi platform yang mempertemukan brand lokal, branded seller, dan konsumen dalam satu ekosistem.

Di tengah meningkatnya jumlah brand lokal dan perubahan perilaku konsumen, IRRESS LOCAL menjadi salah satu strategi IRRESISTIBLE BAZAAR untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi bisnisnya di industri fashion dan retail experience Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah