Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Konektivitas Bisnis Singapura dan Indonesia Agar Peluang Ekspansi Market Global Lebih Terbuka

Konektivitas Bisnis Singapura dan Indonesia Agar Peluang Ekspansi Market Global Lebih Terbuka Kredit Foto: Istock photo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Oakwood Group dan Global CEO Indonesia menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat konektivitas bisnis antara Singapura dan Indonesia.

Kerja sama tersebut diperkenalkan dalam forum bisnis bertajuk “Strategic Capital & Cross Border Growth: Navigating China Opportunities & Global Expansion Through Singapore” yang digelar di Albergo Resto & Lounge, The Bellezza Hotel Suites, Jumat (22/5).

Acara itu menjadi wadah diskusi bagi para pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang ekspansi global melalui Singapura, termasuk potensi investasi China+1 ke kawasan ASEAN.

Ketua Global CEO Indonesia, Trisya Suherman, mengatakan agenda tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antara Oakwood Group dan anggota Global CEO Indonesia.

“Agenda hari ini kita adalah perkenalan tentang Oakwood kepada anggota CEO Indonesia, juga Oakwood mengenalkan CEO Indonesia. Kita kerja sama dengan Oakwood supaya kita lebih ada partner untuk komunitas kita berbisnis,” ujar Trisya.

Menurut Trisya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak strategi bisnis antara Indonesia dan Singapura, terutama bagi para pengusaha yang ingin memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

“Maksud dan tujuannya untuk mengembangkan perekonomian, supaya para anggota ini lebih go global, terus lebih memasarkan ke market luar,” katanya.

Ia menilai Singapura memiliki peran penting sebagai pintu gerbang bisnis internasional. Dengan memiliki pusat usaha di Singapura, kata dia, perusahaan asal Indonesia dapat memperoleh kepercayaan lebih besar saat melakukan ekspansi global.

Dalam kesempatan itu, Trisya juga menyoroti kondisi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang meningkat dan berdampak pada dunia usaha. Menurutnya, pelaku usaha merasakan langsung kenaikan harga berbagai kebutuhan akibat kondisi tersebut.

“Kita sih sangat menyayangkan ya dolar kita sangat naik, tapi kita percayakan saja sama pemerintah untuk menanggulanginya. Dari BI, Kementerian Ekonomi dan segala macam sedang berupaya juga agar menstabilkan dolar,” ucapnya.

Trisya berharap melalui kerja sama ini semakin banyak investor asing yang tertarik menanamkan modal di Indonesia. Selain itu, para pengusaha nasional juga diharapkan mendapatkan jalur yang tepat untuk mengembangkan bisnis ke pasar global.

“Harapannya ke depan kita lebih bisa banyak juga investor luar masuk ke Indonesia. Dan juga teman-teman yang mau lebih go global dibukakan jalan lagi supaya nggak salah arah,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: