Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gara-gara Gagang Pintu Terlalu Canggih, Jutaan Mobil China Terpaksa Kena Recall

Gara-gara Gagang Pintu Terlalu Canggih, Jutaan Mobil China Terpaksa Kena Recall Kredit Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kecanggihan teknologi pada mobil ternyata tidak selalu berujung pada kemudahan. Di China, desain gagang pintu yang dibuat semakin futuristis justru menjadi perhatian setelah jutaan kendaraan harus ditarik kembali atau recall.

Total kendaraan yang terdampak mencapai sekitar 4,3 juta unit. Recall tersebut melibatkan sembilan produsen, termasuk Tesla, Xiaomi, Leapmotor, XPeng, Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC BluePark, dan FAW Hongqi.

Mengutip CarNewsChina, masalah yang menjadi dasar recall berkaitan dengan mekanisme pembuka pintu mekanis darurat. Pada sejumlah model, mekanisme tersebut dinilai sulit ditemukan karena desain maupun warnanya menyatu dengan trim interior.

Persoalan ini mungkin terlihat sepele dalam penggunaan sehari-hari. Namun, kondisinya bisa berbeda ketika kendaraan mengalami kecelakaan dan sistem kelistrikan tegangan rendah tidak lagi berfungsi.

Dalam situasi tersebut, penumpang berpotensi kesulitan menemukan mekanisme pembuka pintu darurat. Kondisi serupa juga dapat menyulitkan petugas penyelamat ketika harus mengevakuasi penghuni kendaraan dari luar.

Tesla menjadi produsen dengan jumlah kendaraan terdampak paling besar. Dua pengajuan recall mencakup total 3.021.951 unit.

Sebanyak 2.975.910 unit di antaranya merupakan Model 3 dan Model X yang diproduksi di China. Sementara 46.041 unit lainnya mencakup Model 3, Model X, dan Model S yang diimpor.

Untuk kendaraan yang diproduksi di China, Tesla akan memperbaiki masalah tersebut dengan memasang label yang lebih jelas untuk menunjukkan lokasi mekanisme pembuka pintu darurat.

Tesla juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak melalui over-the-air (OTA). Dalam kondisi kecelakaan tertentu, pembaruan tersebut memungkinkan kaca jendela turun secara otomatis sehingga dapat memberikan akses tambahan bagi penumpang maupun petugas penyelamat.

Produsen lainnya akan melakukan perbaikan dengan memberikan penanda yang lebih mudah dikenali pada mekanisme pembuka pintu darurat.

Selain Tesla, Xiaomi melakukan recall terhadap 390.435 unit SU7 model tahun 2024. Leapmotor menyusul dengan 371.200 unit yang terdiri dari C01 dan C11.

XPeng menarik kembali 264.842 unit G6, P7+ dan X9. Sementara Zeekr melakukan recall terhadap 92.658 unit 007 dan X.

Chery turut melakukan recall terhadap 64.488 unit iCaur 03 dan Chery Fulwin X3. Dongfeng menarik 53.452 unit yang terdiri dari Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007 dan eπ 008.

Kemudian BAIC BluePark melakukan recall terhadap 46.860 unit ArcFox Kaola. FAW Hongqi menjadi produsen dengan jumlah paling sedikit, yakni 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08.

Baca Juga: Toyota Pimpin SPK di GIIAS 2026, Mobil Listrik dan Hybrid Makin Diminati Konsumen

Baca Juga: GIIAS 2026: Transaksi Mobil Bekas Naik 12%, Innova Jadi Mobil Bekas Terlaris

Baca Juga: BYD dan Jaecoo Jadi Penguasa Mobil Listrik di Indonesia

China Perketat Aturan Gagang Pintu

Recall dalam jumlah besar tersebut sejalan dengan perhatian regulator China terhadap desain gagang pintu kendaraan yang semakin futuristis.

Gagang pintu elektronik yang rata dengan bodi atau tersembunyi memang semakin banyak digunakan pada mobil modern. Selain memberikan tampilan minimalis, desain tersebut juga dapat membantu meningkatkan aerodinamika kendaraan.

Namun, kecanggihan tersebut menyimpan persoalan ketika kendaraan kehilangan daya listrik. Gagang pintu elektronik dapat berhenti berfungsi, sementara mekanisme mekanis sebagai jalan keluar darurat justru tidak selalu mudah ditemukan.

Karena itu, China berencana memperketat aturan mengenai desain gagang pintu kendaraan baru. Mulai 2027, penggunaan gagang pintu elektronik tersembunyi atau retractable pada kendaraan baru dengan bobot di bawah 3,5 ton akan dilarang.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, khususnya agar penghuni kendaraan tetap memiliki akses keluar ketika terjadi kondisi darurat.

Pada akhirnya, fitur yang awalnya dirancang untuk membuat mobil terlihat lebih modern justru menghadapi tantangan dari sisi keselamatan. Semakin canggih sebuah kendaraan, mekanisme paling sederhana seperti membuka pintu tetap tidak boleh menjadi titik lemahnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan