Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kendaraan Listrik di RI Tembus 541.678 Unit, Investasinya Sudah Rp30,4 Triliun

Kendaraan Listrik di RI Tembus 541.678 Unit, Investasinya Sudah Rp30,4 Triliun Kredit Foto: Bethriq Kindy Arrazy
Warta Ekonomi, Jakarta -

Populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 541.678 unit hingga Agustus 2026. Sepeda motor dan mobil listrik menjadi penyumbang terbesar dengan total populasi masing-masing 280.136 unit dan 259.077 unit.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini memang ter-trigger sejak mulai dari 2023 sampai ke 2026 ini, kondisi geopolitik dan kondisi terkait dengan bahan bakar kita yang ada saat ini juga, dan komitmen terhadap net zero emission juga membuat sektor transportasi cenderung untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai," kata Setia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI terkait pengembangan ekosistem dan daya saing industri kendaraan listrik, dikutip Minggu (13/9/2026).

Data Kemenperin menunjukkan pertumbuhan populasi kendaraan listrik pada periode 2020-2025 mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen.

Dari total populasi hingga Agustus 2026, sepeda motor listrik menjadi jenis kendaraan dengan jumlah terbesar, yakni 280.136 unit. Selanjutnya, mobil listrik penumpang mencapai 259.077 unit.

Adapun populasi bus listrik tercatat 936 unit, kendaraan listrik roda tiga sebanyak 919 unit, kendaraan komersial listrik 607 unit, serta kendaraan khusus sebanyak 3 unit.

Setia mengatakan kendaraan roda dua dan roda empat masih menjadi penggerak utama perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," ujarnya.

Pertumbuhan populasi kendaraan listrik juga diikuti perkembangan industri di dalam negeri. Kemenperin mencatat total investasi yang telah masuk ke industri kendaraan listrik mencapai Rp30,4 triliun.

Investasi tersebut mencakup berbagai segmen, mulai dari kendaraan roda dua dan roda tiga, roda empat, bus, truk, hingga kendaraan komersial lainnya.

Industri kendaraan listrik tersebut juga telah menyerap sekitar 10.650 tenaga kerja secara langsung.

"Ini tergabung semuanya mulai dari bus dan truk atau commercial vehicles, kemudian ada kendaraan roda 4 serta kendaraan roda 2 dan roda 3. Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp30,4 triliun dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," kata Setia.

Baca Juga: Kemenperin Bidik TKDN Mobil Listrik 80 Persen, Industri Baterai Ikut Digenjot

Baca Juga: Hampir 3 Mobil Listrik China Baru Meluncur Tiap Hari, Kualitas Baterai Jadi Tantangan

Baca Juga: Mobil BBM Kian Tergerus, Mobil Listrik dan Hybrid Naik Pesat

Dari sisi jumlah pelaku industri, Kemenperin mencatat terdapat 10 perusahaan yang memproduksi kendaraan komersial listrik. Sementara itu, terdapat 15 perusahaan untuk kendaraan roda empat dan 70 perusahaan untuk kendaraan roda dua serta roda tiga.

"Kalau untuk kendaraan komersial itu sudah ada yang beroperasi sekarang 10 perusahaan pabrikan. Kemudian untuk kendaraan roda 4 itu ada 15 perusahaan dan roda 2 serta roda 3 itu ada 70 perusahaan," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Annisa Nurfitri