Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sarjito Ungkap 8 Jurus Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, RI Bakal Jadi Price Maker

Sarjito Ungkap 8 Jurus Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, RI Bakal Jadi Price Maker Kredit Foto: OJK
Warta Ekonomi, Jakarta -

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito menyiapkan delapan kebijakan strategis untuk membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Indonesia. Adapun strategi tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan kedaulatan harga, integritas perdagangan, serta kedalaman dan integrasi pasar mineral nasional.

Ia menilai BMKS tidak harus langsung menjadi bursa besar, tetapi harus mampu membangun kepercayaan sejak transaksi pertama.

"BMKS tentu tidak harus menjadi besar di hari pertama, tetapi harus dipercaya sejak transaksi pertama. Ini amanat yang sangat berat, mengingat waktunya juga sudah sangat sempit, tinggal beberapa bulan" kata Sarjito dalam keterangannya di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Pertama, pilar yang diusungkan adalah trusted infrastructure atau infrastruktur terpercaya. Infrastruktur tersebut mencakup pergudangan, lembaga survei atau penilai, bursa, serta lembaga kliring yang aman, andal, dan terintegrasi.

Kedua, trusted market, yakni pasar yang transparan, adil, teratur, dan likuid. Ketiga, trusted product yang memastikan produk yang diperdagangkan terstruktur, terstandar, transparan, serta memberi manfaat bagi kepentingan nasional.

Trusted data menjadi pilar keempat. Ia menilai, data mineral dan komoditas yang saat ini tersebar di berbagai institusi perlu terintegrasi dan dapat dipertukarkan sehingga menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pembentukan harga.

Kelima, trusted regulator dengan dukungan regulator dan lembaga terkait yang memahami perdagangan bursa mineral dan komoditas strategis. Keenam, trusted ecosystem yang menghubungkan OJK, kementerian, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Ekosistem ini yang nantinya harus saling terkoneksi, di mana tentu OJK tidak bisa sebagai sole regulator yang berjalan sendiri. Tentu harus berharmonisasi dengan kementerian ESDM dan kementerian lembaga lainnya untuk memastikan bahwa ekosistem yang ada itu berjalan dengan baik," kata Sarjito.

Ketujuh, Sarjito mengatakan bahwa penting untuk memperkuat kedalaman dan kapasitas pasar melalui perluasan partisipasi pelaku serta pengembangan produk mineral dan komoditas yang dapat diperdagangkan. Terkahir, pilar kedelapan adalah menjadikan BMKS sebagai referensi harga mineral dan komoditas strategis Indonesia secara bertahap.

Lebih lanjut, ia menilai langkah tersebut dilakukan untuk mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi price influencer, lalu dalam jangka panjang menjadi price maker.

"Kita juga mendorong transformasi, bahwa BMKS harus mendorong transformasi Indonesia secara bertahap dari price taker menjadi price influencer dan price maker. Jadi, ke depan juga menjadi tidak lagi menjadi commodity exporter tapi jadi value capturer," katanya.

Sarjito menambahkan pembangunan BMKS harus diarahkan pada penguatan kedaulatan pasar dan peningkatan manfaat ekonomi sumber daya alam bagi masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri