Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pajak Dipangkas 30%, Vietnam Banjiri Dunia Usaha dengan Insentif

Pajak Dipangkas 30%, Vietnam Banjiri Dunia Usaha dengan Insentif Kredit Foto: Reuters/Kham
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Vietnam memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha kecil dengan memangkas pajak penghasilan sebesar 30% untuk individu, rumah tangga usaha, dan perusahaan yang memiliki pendapatan tahunan maksimal 10 miliar dong Vietnam atau sekitar Rp6,76 miliar.

Kebijakan tersebut disahkan Majelis Nasional Vietnam dalam sidang luar biasa pertama pada 24 Agustus 2026. Sebanyak 480 dari 481 anggota parlemen yang hadir menyetujui resolusi tersebut.

Insentif berlaku untuk periode pajak 2026 dan 2027 serta efektif sejak 24 Agustus 2026. Pemerintah Vietnam menyebut kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan ruang lebih besar bagi kelompok usaha yang menghadapi tekanan dan memiliki daya tahan terbatas.

Dengan ambang pendapatan 10 miliar dong, kebijakan ini diperkirakan mencakup 99,86% individu dan rumah tangga usaha serta lebih dari 81,11% perusahaan di Vietnam.

Menteri Keuangan Vietnam Ngo Van Tuan mengatakan kelompok usaha mikro, pelaku usaha perseorangan, dan perusahaan saat ini menjadi salah satu kelompok yang menghadapi kesulitan paling besar.

Pernyataan tersebut mengacu pada hasil survei Kamar Dagang dan Industri Vietnam (VCCI), Asosiasi Usaha Kecil dan Menengah Vietnam, serta Private Economic Development Research Board (Board IV).

“Kelompok-kelompok ini mencakup proporsi besar dari komunitas bisnis negara, sehingga keringanan pajak yang ditargetkan lebih tepat dibandingkan pemotongan pajak secara luas,” kata Tuan, mengutip Vietnamplus, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Pajak Dipangkas Setelah Insentif Lain Diperhitungkan

Pemerintah juga menetapkan mekanisme khusus bagi perusahaan yang sebelumnya telah mendapatkan fasilitas perpajakan berdasarkan Undang-Undang Pajak Penghasilan Badan maupun regulasi lainnya.

Dalam kasus tersebut, diskon pajak 30% dihitung dari pajak penghasilan badan yang masih harus dibayar setelah seluruh insentif pajak yang berlaku dikurangkan.

Namun, pemerintah mencegah perusahaan menggunakan skema pemisahan usaha untuk mendapatkan insentif tersebut. Kebijakan tidak berlaku bagi perusahaan yang dibentuk melalui pemisahan atau pemecahan perusahaan setelah resolusi berlaku jika total pendapatan perusahaan hasil pemisahan melebihi 10 miliar dong pada 2026 atau 2027.

Bukan Insentif Pajak Pertama

Pemangkasan pajak penghasilan tersebut melanjutkan serangkaian kebijakan pemerintah Vietnam untuk meringankan beban masyarakat dan dunia usaha.

Sebelumnya, pemerintah telah menurunkan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sebagian besar barang dari 10% menjadi 8%. Pemerintah juga memberikan keringanan pajak perlindungan lingkungan untuk bensin, minyak, dan pelumas serta menerapkan kebijakan pajak untuk bahan bakar dan bahan bakar penerbangan.

Selain pajak, lebih dari 40 jenis biaya dan pungutan juga telah dibebaskan atau diturunkan.

Tuan mengatakan pemangkasan pajak 30% memberikan dukungan yang berarti bagi kelompok sasaran, tetapi tetap mempertimbangkan kemampuan pemerintah dalam menjaga keseimbangan anggaran negara.

Besaran insentif tersebut, menurutnya, juga masih sejalan dengan tingkat dukungan yang telah diberikan melalui sejumlah kebijakan sebelumnya.

Kebijakan pemangkasan pajak berlaku untuk periode pajak 2026 dan 2027 dan menyasar individu, rumah tangga usaha, serta perusahaan dengan pendapatan tahunan maksimal 10 miliar dong.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: