Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dibangun Jokowi, Dihuni Gibran: IKN Dipastikan Tak Bernasib Sama dengan Hambalang?

Dibangun Jokowi, Dihuni Gibran: IKN Dipastikan Tak Bernasib Sama dengan Hambalang? Kredit Foto: PTPP
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, menjadi sorotan di tengah perdebatan panjang mengenai masa depan kawasan pemerintahan baru tersebut.

Kehadiran Gibran dinilai bukan sekadar perpindahan lokasi kerja, tetapi juga dapat menjadi sinyal bahwa IKN mulai benar-benar difungsikan setelah menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno melihat rencana tersebut sebagai perkembangan positif. Terlebih, selama ini muncul anggapan bahwa IKN yang dibangun pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpotensi tidak digunakan secara optimal dan akhirnya bernasib seperti proyek besar yang mangkrak.

Pernyataan Adi tersebut merespons keterangan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengenai rencana Gibran mulai berkantor di IKN pada 2026. Basuki menyebut persiapan untuk menunjang aktivitas Wakil Presiden di kawasan tersebut terus dilakukan, termasuk pengadaan furnitur.

Baca Juga: PDIP: Jokowi Bereaksi saat Gibran Disuruh Mundur, tapi Diam soal Prabowo Jatuh Sebelum 2029

"InsyaAllah tahun ini, insyaallah tahun ini karena sudah beberapa stafnya di sini," kata Basuki kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Tinggal mengisi furniture-nya, sekarang lagi sedang di-tender," ujar Basuki.

Bagi Adi, jika Gibran benar-benar mulai menjalankan aktivitas pemerintahan dari IKN, langkah tersebut akan menjadi penanda penting bagi pemanfaatan kawasan yang selama ini terus dipertanyakan publik. Sebab, keberadaan pejabat tinggi negara di sana dapat menunjukkan bahwa IKN tidak berhenti sebatas proyek pembangunan infrastruktur.

"Ketika Pak Basuki mengatakan bahwa tahun ini ditargetkan Wakil Presiden akan berkantor, ini tentu menjadi kabar baik supaya soal desas-desus, kontroversi IKN ini hanya mangkrak tidak akan difungsikan," kata Adi dalam tayangan YouTube miliknya, Adi Prayitno Official, dikutip Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: 'Tuhan Tunjukkan Nafsu Jokowi Ingin Berkuasa Lebih Lama Lewat Mulut Budi Arie'

Ia menilai rencana tersebut setidaknya memberikan kejelasan mengenai arah penggunaan IKN. Setelah berbagai fasilitas pemerintahan dibangun, masyarakat kini dapat melihat adanya target konkret mengenai kapan kawasan tersebut mulai dipakai untuk aktivitas kenegaraan.

"Minimal sudah mulai ada titik terang bahwa tahun ini, 2026, Wakil Presiden Republik Indonesia sudah mulai ditargetkan berkantor di kantor wakil presiden di IKN," ucap dia.

Adi bahkan melihat kehadiran Gibran di IKN dapat sekaligus mematahkan anggapan bahwa kawasan tersebut akan berakhir sebagai proyek besar yang tidak berfungsi.

"Bagi saya ini adalah kabar yang cukup positif, sekaligus bisa menepis asumsi-asumsi liar bahwa IKN itu ya akan menjadi proyek gagal seperti Hambalang misalnya," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan IKN telah menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar. Karena itu, wajar apabila publik menuntut agar berbagai fasilitas yang telah dibangun segera dimanfaatkan dan tidak dibiarkan tanpa fungsi.

"Terlepas dari segala kontroversinya, terlepas dari segala kritikan-kritikannya dulu ketika Pak Jokowi bikin IKN, per hari ini IKN sudah dibangun, menggunakan dana APBN yang sangat luar biasa besar, menggunakan dana dari pajak rakyat," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri