Prabowo Soal Tak Buru-buru Sambangi Korban Gempa NTT: Saya Emang Sengaja di Awal-awal Tak Mau Datang
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tidak langsung mendatangi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prabowo mengatakan keputusan itu dilakukan secara sengaja agar penanganan awal bencana di lapangan tidak terganggu oleh kedatangan pejabat pusat.
Menurut Prabowo, pada fase awal setelah bencana, instansi yang berada di lokasi perlu diberikan ruang untuk berkonsentrasi menangani kebutuhan masyarakat. Kehadiran pejabat dari pemerintah pusat, menurutnya, justru berpotensi membuat konsentrasi petugas terpecah.
Baca Juga: PSI Ogah Berurusan dengan Budi Arie Usai Blunder Ketum Projo: Dia Bukan Bagian dari Kami, Titik!
“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi melayani rakyat langsung. Kadang-kadang kalau pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi,” ujar Prabowo, dikutip Kamis (27/8/2026).
Prabowo memastikan pemerintah pusat tetap memonitor perkembangan penanganan bencana meski dirinya tidak langsung turun ke lokasi.
Menurut dia, pemerintah tetap mengerahkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Pemantauan dilakukan dari pusat sembari memberikan kesempatan kepada instansi terkait untuk menjalankan tugasnya di lapangan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah menyiapkan langkah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia sedang mengupayakan pemberian masa tenggang pembayaran kredit atau grace period bagi warga yang kesulitan memenuhi kewajiban pinjaman selama masa pemulihan bencana.
Gibran mengatakan koordinasi mengenai kebijakan tersebut sudah dilakukan pemerintah. Ia ingin masyarakat terdampak tidak semakin terbebani dengan tagihan kredit ketika masih berhadapan dengan dampak bencana.
"Nanti akan diberikan sedikit keleluasaan biar tidak terbebani selama masa bencana. Tadi pagi sudah saya koordinasikan," kata Gibran.
Diketahui, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur di Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat di wilayah terdampak.
Baca Juga: Demo 27 Agustus Tak Akan Separah Tahun Lalu, Pakar: Warga Indonesia Penyabar, Terbiasa Hidup Susah
Hingga Senin (25/8/2026), Indonesia mencatat sebanyak 103 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Sementara itu, 1.666 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar