Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto mendorong penerapan permakultur untuk menghijaukan kembali wilayah yang mengalami kerusakan lingkungan. Sistem perancangan ramah lingkungan itu dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia seperti pangan dan air.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat rapat koordinasi penanganan bencana gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Ia mengatakan pemerintah telah membentuk tim yang melibatkan Universitas Pertahanan (Unhan), Kemendikti Saintek, dan BRIN untuk mempelajari percepatan penghijauan.
"Saya telah membentuk waktu itu, Unhan, Dikti sama BRIN, untuk keliling beberapa negara, belajar bagaimana mempercepat penghijauan," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah pusat juga akan membangun fasilitas perbenihan atau nursery di setiap provinsi dan kabupaten. Benih yang disiapkan akan mengutamakan pohon produktif serta tanaman yang dapat membantu menjaga ketersediaan air.
"Semua lahan yang terbuka, kita tanam pohon yang produktif, dan pohon-pohon untuk mengamankan air. Kemudian gunung-gunung, kita lakukan apa yang disebut permaculture," ujarnya.
Menurut Prabowo, penerapan permakultur tidak akan memberikan hasil dalam waktu singkat. Ia memperkirakan sistem tersebut mulai memberikan manfaat dalam empat hingga enam tahun dan dapat membantu menghijaukan kembali wilayah gundul dalam 10 tahun.
"Permaculture ini memang tidak bisa langsung 1-2 tahun hasilnya, tapi kalau dilakukan dengan teliti, dalam 4-6 tahun, itu bisa menampung, menambah air di dalam bumi," ujarnya.
"Ini sangat penting. Saya yakin dengan permaculture, daerah-daerah gundul ini dalam 10 tahun bisa hijau kembali. Jadi nanti, provinsi dan kabupaten, selain pertanian, tapi juga penghijauan kembali, menanam pohon dalam jumlah yang sangat banyak," sambungnya.
Prabowo juga menilai upaya penghijauan harus diikuti dengan edukasi kepada masyarakat sejak usia dini. Ia meminta masyarakat memahami pentingnya menjaga pohon dan hutan sebagai sumber kehidupan.
Baca Juga: Prabowo Janji Tak Tinggalkan Rakyat NTT: Kita Butuh Lebih Sabar, Mungkin Maksimal...
"Dengan pendidikan, mulai dari anak-anak muda, anak-anak sekolahnya, bahwa tidak lagi boleh bakar atau tebang pohon seenaknya. Pohon adalah sumber kehidupan," kata Prabowo.
"No tree, no forest. No forest, no water. No water, no life," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: