Perkuat Industri Nasional, Surveyor Indonesia Dukung Perkembangan Komponen Lokal
Kredit Foto: Istimewa
PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI terus mendorong pertumbuhan dan daya saing industri nasional melalui kapabilitas di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC).
Penguatan tersebut dilakukan dengan mendukung pelaku industri memastikan kualitas produk dan jasa sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok nasional dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang TIC, PTSI menyediakan layanan pengukuran, penilaian, dan verifikasi komponen lokal dalam produk maupun jasa. Proses tersebut mencakup pre-assessment, monitoring, witnessing, hingga post-audit agar capaian penggunaan komponen lokal dapat diukur secara objektif dan dipertanggungjawabkan.
Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero) Sarjuni Adicahya mengatakan penguatan industri nasional tidak cukup hanya dilihat dari besarnya penggunaan komponen lokal.
“Penguatan industri dalam negeri tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Lebih dari itu, kita perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia,” ujar Sarjuni dalam Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero).
Menurut dia, PTSI mengambil peran dengan menghadirkan layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri.
Peningkatan penggunaan komponen lokal dinilai memiliki efek berantai terhadap perekonomian. Ketika industri nasional semakin banyak terlibat dalam penyediaan barang dan jasa, manfaatnya dapat mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pemasok, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja.
Penguatan rantai pasok tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.
Gambaran mengenai dampak kebijakan yang mendorong penggunaan komponen lokal terlihat pada industri handphone, komputer genggam, dan tablet. Berdasarkan pemaparan dalam forum tersebut, pada periode 2014–2019, angka impor produk tersebut menurun hingga 93%, sementara produksi dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat.
Perkembangan tersebut juga diikuti pertumbuhan investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.
“Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” kata Sarjuni.
Meski demikian, penguatan industri nasional membutuhkan keseimbangan antara ketersediaan, kualitas, dan daya saing produk dalam negeri. Pelaku industri dituntut tidak hanya mampu memproduksi barang dan jasa, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, serta menghasilkan produk yang kompetitif.
Baca Juga: Rusia Buka Kartu Teknologi Drone dan Robot Bawah Air, Indonesia Siap Lokalisasi
Dalam konteks tersebut, PTSI menempatkan kapabilitas TIC sebagai bagian dari ekosistem pendukung industri nasional. Melalui kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut, PTSI berkomitmen menyediakan layanan yang dapat membantu pelaku industri meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing.
Bagi PTSI, penguatan industri dalam negeri merupakan proses jangka panjang. Semakin kuat kemampuan industri nasional, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat diciptakan dan dipertahankan di Indonesia secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung pun dinilai menjadi kunci untuk memastikan penguatan industri dan penggunaan komponen lokal dapat terus memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: