Kredit Foto: Istimewa
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan efisiensi operasional, perusahaan dituntut menjaga keandalan asetnya agar tetap beroperasi optimal. Gangguan mesin yang terjadi secara tiba-tiba tidak hanya berpotensi menghentikan proses produksi, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian besar.
Menariknya, salah satu cara untuk mendeteksi potensi kerusakan mesin ternyata dapat dilakukan melalui sesuatu yang kerap dianggap sederhana, yakni pelumas.
Hal tersebut terlihat dalam kunjungan ke Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia (Persero) di kawasan Olympic Commercial & Business District, Leuwinutug, Citeureup. Di laboratorium ini, sampel pelumas dari berbagai sektor industri dianalisis untuk mengetahui kondisi aktual mesin yang menggunakannya.
Bagi banyak orang, pelumas mungkin hanya berfungsi mengurangi gesekan antar komponen mesin. Namun, di tangan para analis laboratorium, cairan tersebut menyimpan banyak informasi penting mengenai kesehatan mesin.
Kepala LSPro dan Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia, Salma Ilmiati, bahkan mengibaratkan pelumas sebagai darah bagi mesin industri.
"Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri. Melalui analisis laboratorium, kami dapat mengidentifikasi indikasi awal keausan komponen, kontaminasi, maupun perubahan kondisi operasi sehingga perusahaan dapat mengambil langkah preventif secara lebih cepat," ujar Salma, Rabu (15/07/2026).

Melalui serangkaian pengujian, laboratorium dapat membaca berbagai indikator yang tidak terlihat secara kasat mata. Mulai dari perubahan viskositas atau tingkat kekentalan pelumas, kandungan logam akibat gesekan komponen, hingga kemungkinan adanya kontaminasi yang dapat memengaruhi performa mesin.
Tidak hanya pelumas baru, pengujian juga dilakukan terhadap used oil atau pelumas yang telah digunakan. Dari sampel tersebut, tim laboratorium dapat mengetahui apakah kondisi mesin masih dalam batas normal atau mulai menunjukkan tanda-tanda keausan.
Menurut Salma, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi predictive maintenance, yaitu metode perawatan yang berfokus pada kondisi aktual peralatan. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak perlu menunggu hingga kerusakan terjadi untuk melakukan tindakan perbaikan.
"Kalau ada indikasi keausan atau perubahan kondisi operasi, perusahaan bisa mengambil langkah lebih cepat sebelum kerusakan berkembang menjadi masalah yang lebih besar," jelasnya.
Konsep tersebut tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan kesehatan pada manusia. Jika seseorang melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuhnya, maka perusahaan dapat melakukan analisis pelumas untuk mengetahui kondisi mesin yang digunakan dalam operasional sehari-hari.
Manfaatnya tidak hanya terkait keandalan aset, tetapi juga efisiensi biaya. Pada kendaraan pribadi, misalnya, oli umumnya diganti setiap 5.000 kilometer. Namun melalui analisis laboratorium, kondisi pelumas dapat diketahui secara lebih akurat. Jika kualitasnya masih baik, masa pakainya dapat diperpanjang tanpa mengorbankan performa mesin.
Prinsip serupa juga diterapkan pada berbagai mesin industri berskala besar yang digunakan di sektor energi, pertambangan, manufaktur, maupun transportasi.
Selain pengujian pelumas, Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia juga melakukan pengujian kualitas bahan bakar. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang digunakan industri maupun masyarakat memenuhi standar kualitas dan performa yang berlaku.
Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia, Mahfud Arifin, mengatakan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh kualitas dan keandalan sistem yang mendukungnya.
"Setiap tahapan dalam rantai pasok energi harus memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Assurance menjadi elemen penting untuk memastikan proses tersebut berjalan secara konsisten sehingga mendukung keandalan operasional dan ketahanan energi nasional," ujar Mahfud.
Menurutnya, kebutuhan terhadap layanan assurance akan terus meningkat seiring bertambahnya konsumsi energi nasional, implementasi biodiesel B40, serta berkembangnya investasi pada sektor energi baru dan terbarukan.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey, PT Surveyor Indonesia menghadirkan layanan Testing, Inspection, Certification, and Consulting (TICC) yang mencakup inspeksi, pengujian, verifikasi, dan sertifikasi di berbagai sektor strategis.
Melalui penguatan kapabilitas laboratorium, pemanfaatan teknologi, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap keputusan terkait pengelolaan aset dan operasional industri dapat didasarkan pada data yang akurat dan dapat dipercaya.
Pada akhirnya, menjaga keandalan mesin bukan hanya soal mencegah kerusakan. Di balik setiap sampel pelumas yang diuji, terdapat upaya untuk menjaga produktivitas, meningkatkan efisiensi, serta memastikan roda industri dan sektor energi nasional terus bergerak tanpa gangguan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: