Kredit Foto: Istimewa
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni disebut sebagai pihak yang paling diuntungkan dalam aksi demonstrasi besar yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026) di sejumlah kota Indonesia, dengan konsentrasi utama di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Aksi ini digerakkan oleh gabungan aliansi masyarakat sipil, seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), serta elemen mahasiswa.
Tuntutan mereka meliputi pengesahan RUU Perampasan Aset dengan mendesak DPR RI memberikan komitmen tertulis untuk segera mengesahkan undang-undang tersebut demi menyita aset para koruptor. Selain itu, massa juga menuntut penerapan hukuman maksimal yang memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana korupsi, yakni hukuman mati.
Pegiat media sosial Jhon Sitorus menilai aksi demo tersebut mengalihkan perhatian publik dari isu kebakaran hutan, taman nasional, satwa yang menjadi korban, serta polemik perkebunan sawit. Menurutnya, demo seharusnya menyasar Kementerian Kehutanan.
"Siapa yang paling menikmati Demo 27 Agustus 2026? Ya Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan. Hutan terbakar, Taman Nasional Hangus, Satwa Gosong, Sawit tetap tumbuh tapi rakyat gak ada yang marah dan demo ke Kementerian Kehutanan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (28/8).
Sebagai informasi, pada 26–27 Agustus 2026, Raja Juli melakukan kunjungan ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, untuk meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Baca Juga: WALHI Tak Terima El Nino Jadi Kambing Hitam Karhutla, Minta Korporat Pembakar Hutan Ditindak
Menhut meninjau kesiapan posko tim terpadu Manggala Agni di Labanan serta melihat area bekas kebakaran di Desa Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Ia juga memantau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari ketiga di Berau guna menurunkan hujan buatan untuk memadamkan sisa api.
Didampingi Bupati Berau, Raja Juli mengunjungi Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam di Kecamatan Kelay untuk memastikan habitat orangutan aman dari kepungan asap dan api.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: