Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Mau Rakyat Berutang ke Rentenir, Prabowo Dorong Negara Beri Pinjaman Lunak

Tak Mau Rakyat Berutang ke Rentenir, Prabowo Dorong Negara Beri Pinjaman Lunak Kredit Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto ingin masyarakat tidak lagi bergantung kepada rentenir ketika membutuhkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah justru akan mengambil peran dengan menyediakan akses pinjaman lunak yang bersumber dari kekuatan ekonomi Indonesia sendiri.

Gagasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Menurutnya, negara harus hadir agar masyarakat memiliki pilihan pembiayaan yang lebih layak ketika membutuhkan tambahan modal atau dana.

"Negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga rakyat kalau perlu dia dapat pinjaman lunak dari kekuataan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat," tegas Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin membantu masyarakat melalui bantuan sosial. Prabowo juga mendorong tersedianya akses pembiayaan yang dapat digunakan masyarakat tanpa harus mencari pinjaman kepada pihak yang dinilai memberatkan.

Ia menilai persoalan kesejahteraan masyarakat berkaitan erat dengan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, masyarakat harus memiliki penghasilan yang cukup agar kebutuhan dasar dapat terpenuhi tanpa terus-menerus mengandalkan utang.

"Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik. Bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir," ujar Prabowo.

Bagi pemerintah, peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap utang. Ketika penghasilan bulanan cukup untuk memenuhi kebutuhan, kebutuhan meminjam uang kepada rentenir diharapkan ikut berkurang.

Prabowo juga menegaskan bahwa pinjaman lunak yang disiapkan pemerintah nantinya tidak dimaksudkan sebagai pembiayaan yang membebani masyarakat. Sumber dananya, menurut dia, akan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki Indonesia.

Konsep tersebut sekaligus menempatkan negara sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah ingin kekayaan yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat langsung bagi rakyat, terutama kelompok yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi.

Selain rencana pinjaman lunak, Prabowo mengaitkan kebijakan tersebut dengan target besar pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Ia mengaku telah melakukan perhitungan terhadap program yang dijalankan pemerintah hingga ke tingkat pengeluaran anggaran.

Baca Juga: Henri Subiakto: Gibran Pendorong Prabowo Terpilih Presiden, tapi Sekarang Keadaan Berubah

"Saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam 2 tahun pertama kita," pungkasnya.

Pernyataan itu menjadi bagian dari klaim Prabowo mengenai capaian pemerintah selama dua tahun pertama masa kepemimpinannya. Ia menyebut penurunan kemiskinan ekstrem sebagai salah satu bukti bahwa strategi pemerintah mulai memberikan hasil.

Namun, rencana pemberian pinjaman lunak tetap membutuhkan mekanisme yang jelas agar manfaatnya benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan. Skema pembiayaan, penerima, persyaratan, serta sumber dana menjadi bagian penting yang perlu dipastikan pemerintah ketika kebijakan tersebut mulai diwujudkan.

Dengan strategi itu, Prabowo ingin hubungan masyarakat dengan sumber pembiayaan berubah. Alih-alih mencari rentenir atau tengkulak ketika membutuhkan uang, negara diharapkan dapat menyediakan akses pinjaman yang lebih lunak sekaligus membantu masyarakat meningkatkan kemampuan ekonominya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama