Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI Tegaskan Instruksi Jokowi Masih Jelas: Kawal Prabowo-Gibran, Bahkan Sampai Dua Periode

PSI Tegaskan Instruksi Jokowi Masih Jelas: Kawal Prabowo-Gibran, Bahkan Sampai Dua Periode Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan tidak ada perubahan dalam arah politik yang mereka pegang setelah muncul pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. Mereka masih mengikuti instruksi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Bestari Barus mengatakan posisi partainya tidak berubah hanya karena muncul pernyataan dari pihak lain. Ia menegaskan bahwa arahan yang diterima masih sama, yakni mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga: Jokowi: Kalau Kita Menambahi Urusan dengan Hal-Hal Tidak Perlu, Rugi Semua Kita

“Itu tidak mewakili sama sekali apa yang menjadi keinginan Pak Jokowi ke depan. Bahwa sampai saat ini kami instruksinya masih jelas kawal Prabowo Gibran. Bahkan sampai dua periode,” terang Bestari, Senin (31/8/2026).

Bestari menilai sikap pihaknya tak akan berubah menyusul pernyataan dari Budi Arie. Menurut dia, ada kemungkinan pernyataan tersebut merupakan kekeliruan dalam berbicara atau disampaikan dalam konteks yang kemudian dipotong dan tersebar kepada publik.

Ia menganggap penyebaran potongan pernyataan tersebut kemudian menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Pasalnya, di satu sisi pihaknya mengaku menerima instruksi untuk mengawal pemerintahan saat ini hingga dua periode, sementara di sisi lain muncul pernyataan mengenai kemungkinan pergantian presiden lebih cepat.

“Sehingga itu menimbulkan kebingungan masyarakat dimana beliau memerintahkan kita untuk kawal pemerintah dua periode tapi ada yang nyeletuk dengan sengaja kemudian menyebarluaskan potongan itu kepada publik yang berbeda dengan yang diinginkan arahan Pak Jokowi ke PSI,” lanjutnya.

Bestari juga meminta masyarakat dan para elite politik tidak memperbesar polemik tersebut. Menurut dia, perbedaan pernyataan sebaiknya tidak langsung ditafsirkan sebagai perubahan sikap Jokowi.

“Kita berharap ke depan masyarakat tidak perlu lagi menggoreng itu. Para pihak lebih bisa menahan diri agar tidak bergulir menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat,” katanya.

PSI sendiri memilih tetap berpegang pada instruksi yang mereka klaim telah diterima dari Jokowi. Dengan demikian, isu mengenai percepatan pergantian presiden tidak mengubah posisi partai itu dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal di 2029.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.

Baca Juga: Menterinya Prabowo usai Tak Terpilih Jadi Ketum PBNU: Maturnuwun bagi yang Iseng-iseng Berhadiah...

"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar