Orang Miskin Masuk Desil 6–10, Prabowo Disindir Klaim Angkat Jutaan dari Kemiskinan
Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti klaim Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jutaan rakyat Indonesia berhasil keluar dari kemiskinan dalam dua tahun pemerintahannya.
Ardianto menyindir bahwa secara statistik angka kemiskinan memang terlihat menurun, namun hal itu terjadi karena masyarakat miskin dimasukkan ke dalam desil 6 hingga 10, yang dalam sistem pemeringkatan sosial-ekonomi pemerintah dikategorikan sebagai kelompok menengah hingga mapan.
"Iya, soalnya orang miskinnya masuk desil 6 sampai 10. Terus dibilang gak miskin," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (1/9).
Dalam sistem seperti DTKS atau DTSEN, kelompok desil 6–10 dinilai sudah mandiri, memiliki pendapatan stabil, dan relatif aman dari risiko kemiskinan.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan klaim tersebut saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8). Ia menegaskan bahwa strategi transformasi bangsa yang dipimpinnya berfokus pada pengentasan kemiskinan.
"Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Kita harus berani," ujarnya.
Baca Juga: Dari 78% ke 55%: Kepuasan Publik terhadap Prabowo–Gibran Terjun Bebas
Ia menambahkan bahwa perhitungan dilakukan secara detail hingga ke rupiah, dan pemerintahannya telah membuktikan keberhasilan itu dalam dua tahun pertama.
"Dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam 2 tahun pertama kita," sambungnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: