Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan WBSA Melonjak 42%, Laba Bersih Cuma Dapat Rp1,02 Miliar

Pendapatan WBSA Melonjak 42%, Laba Bersih Cuma Dapat Rp1,02 Miliar Kredit Foto: BSA Logistics
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) membukukan pendapatan sebesar Rp1,95 triliun pada semester I-2026, naik 42,64% dari Rp1,37 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan WBSA, Rabu (2/9/2026), kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh segmen jasa pengurusan transportasi yang mencapai Rp1,17 triliun, tumbuh 78,11% dari Rp655 miliar. 

Sedangkan segmen transportasi darat menyumbang Rp648 miliar dan pergudangan serta penyimpanan sebesar Rp132 miliar.

Meski pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan juga melonjak 51,99% menjadi Rp1,80 triliun dari Rp1,18 triliun. Akibatnya, laba kotor WBSA justru turun 20,75% menjadi Rp139,74 miliar dari Rp176,32 miliar.

Tekanan terhadap kinerja berlanjut hingga ke laba bersih. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk anjlok 95,46% menjadi Rp1,02 miliar, dibandingkan Rp22,44 miliar pada semester I 2025.

Di sisi lain, arus kas operasi menunjukkan perbaikan. WBSA membukukan surplus Rp52,75 miliar, naik 123,61% dari Rp23,59 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Laba United Tractors (UNTR) Anjlok Jadi Rp742,22 Miliar, dari Rp8,37 Triliun

Baca Juga: Laba Alamtri (ADMR) Melonjak 24%, Raup US$162,57 Juta pada Semester I-2026

Baca Juga: Laba J Resources (PSAB) Melejit 803% Jadi US$177,89 Juta

Perseroan juga mengeluarkan Rp224,37 miliar untuk aksi akuisisi bisnis. Sementara dari sisi pendanaan, WBSA memperoleh Rp302,40 miliar dari penerbitan saham baru.

Dengan adanya arus dana tersebut, posisi kas dan bank pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi Rp231,04 miliar dari Rp65,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, total aset WBSA mencapai Rp1,71 triliun, naik dari Rp1,60 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga meningkat menjadi Rp1,09 triliun dari Rp1,06 triliun, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp617 miliar dari Rp538 miliar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan