Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Xi Jinping Tantang Pengaruh AS di Timur Tengah: ‘Campur Tangan Eksternal Harus Ditolak’

Xi Jinping Tantang Pengaruh AS di Timur Tengah: ‘Campur Tangan Eksternal Harus Ditolak’ Kredit Foto: Reuters/Kommersant Photo/Anatoliy Zhdanov
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden China Xi Jinping mendukung negara-negara Timur Tengah untuk menolak campur tangan pihak luar dan mempertimbangkan penataan ulang arsitektur keamanan kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Xi saat bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dalam kunjungannya ke Mesir pada Rabu (2/9).

"China mendukung negara-negara di kawasan ini dalam membangun arsitektur keamanan baru untuk Timur Tengah," ujar Xi Jinping saat bertemu dengan Abdel Fattah al-Sisi. "Rakyat Timur Tengah harus tetap menjadi penguasa urusan mereka sendiri dan campur tangan eksternal harus ditolak," sambungnya.

Xi juga mengatakan China dan Mesir bersama-sama menentang unilateralisme serta tindakan intimidasi. Anadolu menilai pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya China memperluas pengaruhnya di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Xi Jinping ke Timur Tengah dalam empat tahun terakhir. Momen itu berlangsung ketika sejumlah mitra AS di kawasan mulai meninjau kembali hubungan strategis mereka di tengah konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Konflik di Timur Tengah yang disebut dipicu serangan AS terhadap Iran telah mengganggu perdagangan dan mengguncang perekonomian kawasan. Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai seperti apa peran jangka panjang Washington di Timur Tengah.

Mesir sendiri merupakan mitra pertahanan utama Amerika Serikat dan menerima bantuan militer tahunan sekitar US$1,3 miliar dari Washington. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Kairo juga terus meningkatkan kerja sama ekonomi dan militer dengan China.

Di tengah ketegangan di Selat Hormuz akibat perang AS dan Iran, Xi mengatakan China siap bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional. Ia juga menyerukan "solusi komprehensif untuk keamanan bersama" di kawasan tersebut.

Xi menegaskan isu Palestina tetap menjadi inti persoalan Timur Tengah yang tidak boleh diabaikan. China, menurut Xi, mendukung peran efektif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan tersebut serta mendesak kekuatan eksternal meninggalkan standar ganda.

Baca Juga: Xi Jinping Bertemu 'Cepat' Presiden Iran, China Tak Berani Banyak Publikasi

Hubungan China dan Mesir sendiri memiliki sejarah panjang di kawasan tersebut. Mesir menjadi negara Arab dan Afrika pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan China pada 1956, menjadikannya salah satu mitra penting Beijing di Timur Tengah dan Afrika.

Pernyataan Xi memperlihatkan dorongan Beijing agar negara-negara Timur Tengah memiliki peran lebih besar dalam menentukan tatanan keamanan kawasan. Di saat yang sama, China menawarkan kerja sama untuk menjaga jalur pelayaran internasional dan mendorong penyelesaian konflik melalui kerangka keamanan bersama.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: