Ternyata Ini Alasan Arya Wedakarna Dikawal Prajurit TNI saat Hadiri Kontes Transgender Thailand
Kredit Foto: Antara/Ni Putu Putri Muliantaru
Kehadiran Arya Wedakarna dalam ajang kontes transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, menuai sorotan setelah foto-fotonya beredar luas di media sosial. Namun, bukan hanya kehadirannya dalam acara tersebut yang menjadi perhatian. Sosok prajurit TNI yang tampak mendampinginya juga ikut dipertanyakan publik.
Arya akhirnya buka suara mengenai keberadaan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) tersebut. Ia memastikan pengawalan itu bukan karena acara Miss Equality World, melainkan berkaitan dengan tugas sang prajurit yang memang telah menjadi ajudannya selama sekitar satu tahun.
"Itu ajudan saya, itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas, memang dari TNI AL dan memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya," kata Arya kepada wartawan baru-baru ini.
Baca Juga: Nasib Prajurit TNI AL yang Dibawa Arya Wedakarna ke Kontes Transgender Thailand
Menurut Arya, kondisi keamanan Thailand menjadi salah satu alasan dirinya tetap membutuhkan pengamanan selama berada di negara tersebut. Ia pun membantah adanya kaitan antara kehadiran anggota TNI itu dengan kontes transgender yang dihadirinya.
"Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja. Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya (dengan acara)," ujarnya.
Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa dirinya hadir dalam acara yang berlangsung di Bangkok itu bukan sebagai anggota DPD yang mewakili Bali. Arya mengaku datang setelah mendapatkan undangan dari sebuah organisasi yang disebutnya kerap menggelar kegiatan amal. Dalam undangan tersebut, ia mendapat informasi bahwa Bali memperoleh penghargaan berkaitan dengan sektor pariwisata.
"Mewakili pribadi ya dan juga sebagai tokoh budaya Hindu. Kita menerima panitia, namanya MS Organization. Jadi mereka berjaringan di 15 negara dan mereka ini sudah sering mengadakan kegiatan charity di Bali. Kegiatan sosial, begitu. Nah, jadi namanya tamu kan kita terima," terang Arya.
Ia menjelaskan kehadirannya dalam Miss Equality World merupakan kapasitasnya sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan sebagai wakil DPD. Selama berada di Thailand, Arya menyebut dirinya juga mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan lain, mulai dari kunjungan ke vihara hingga menghadiri pameran dan diskusi.
Rangkaian acara tersebut kemudian mencapai puncaknya pada 30 Agustus melalui agenda pemberian penghargaan. Arya turut hadir dalam malam puncak itu dan momen tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang fotonya tersebar di media sosial.
"Di sana rangkaian acaranya banyak. Jadi saya sempat keliling ke sana juga, ke Vihara Buddha, ada juga ke kuil-kuil Hindu. Kemudian ada juga, apa, pameran-pameran ya. Macam-macam, acara diskusi. Nah, malam puncaknya itu kan ada penghargaan, salah satu kegiatannya adalah memberikan penghargaan kepada lima tokoh," ucap dia.
"Tim mereka itu juga membuat video tentang Bali, pariwisata Bali. Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil. Ya udah itu aja. Tanpa pidato, menerima, ya sudah, selesai gitu aja, pamit, begitu," tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: