Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IFRA 2026 Dibuka, Thailand Bawa 9 Franchise Bidik Pasar Indonesia

IFRA 2026 Dibuka, Thailand Bawa 9 Franchise Bidik Pasar Indonesia Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pameran waralaba, lisensi, dan konsep bisnis IFRA 2026 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (28/8/2026). Pameran ini mempertemukan pelaku usaha, pemilik merek, calon investor, dan mitra bisnis dari berbagai negara.

Thailand menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dengan membawa sembilan eksibitor. Lima di antaranya merupakan perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Department of International Trade Promotion (DITP), Ministry of Commerce Thailand, untuk memperluas akses bisnis sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Deputy Director of Thai Trade Center Jakarta, Nassaree Pathan, mengatakan sembilan franchise Thailand yang hadir di IFRA 2026 diarahkan untuk bertemu dengan investor dan calon mitra bisnis Indonesia.

Menurut dia, DITP tidak hanya membawa perusahaan Thailand ke pameran, tetapi juga berperan sebagai penghubung melalui kegiatan business matching.

“Dari DITP, Ministry of Commerce of Thailand, kami membawa 9 franchise yang bergabung di event ini. Kami sebagai DITP menjadi jembatan untuk menghubungkan pengusaha Thailand dengan investor Indonesia, termasuk melalui business matching. Dari 9 eksibitor tersebut, ada 5 yang bergerak di sektor makanan dan minuman dan kebanyakan memiliki sertifikasi halal dari Thailand,” ujar Nassaree.

Sektor F&B menjadi salah satu fokus karena Indonesia memiliki pasar konsumen yang besar. Selain itu, sertifikasi halal menjadi aspek penting bagi perusahaan makanan dan minuman Thailand yang ingin memperluas bisnis di Indonesia.

DITP juga membuka peluang untuk menghubungkan perusahaan Thailand dengan pihak terkait di Indonesia guna membantu proses penyesuaian dan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Sembilan eksibitor Thailand yang hadir di IFRA 2026 telah melalui proses kurasi. Perusahaan yang berminat mengembangkan bisnis di Indonesia terlebih dahulu mengajukan aplikasi kepada DITP.

Selanjutnya, DITP Jakarta melakukan seleksi dengan mempertimbangkan kualitas produk dan kesesuaian model bisnis dengan karakter pasar Indonesia.

Nassaree mengatakan proses tersebut dilakukan agar perusahaan yang dibawa ke Indonesia memiliki peluang berkembang sekaligus menemukan mitra bisnis yang sesuai.

“Kami menghubungkan eksibitor-eksibitor kami yang berminat untuk melakukan bisnis di Indonesia. Mereka mengirim aplikasi, kemudian DITP kami di Jakarta menerima dan memilih yang berkualitas di Thailand. Jadi kami mengumpulkan yang terbaik di sini. Bisnis mana pun yang sekiranya cocok dengan pasar Indonesia akan dibawa ke sini,” katanya.

Menurut Nassaree, Indonesia dipilih karena memiliki pasar yang besar dan dinilai potensial bagi produk serta model bisnis asal Thailand.

“Kami memilih Indonesia karena kami pikir pasarnya cukup besar. Produk-produk Thailand kami bisa berkembang dengan sangat baik di sini, dan kami berharap hubungan yang dibangun bukan hanya bisnis, tapi juga budaya dan hubungan jangka panjang,” ujarnya.

Peluang kerja sama yang ditawarkan Thailand melalui IFRA 2026 tidak hanya berasal dari sektor F&B. Director of Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, mengatakan terdapat sejumlah sektor lain yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu pasar waralaba yang paling menarik di Asia Tenggara, didorong oleh populasi yang besar, kelas menengah yang berkembang, dan pengeluaran konsumen yang kuat,” kata Hataichanok.

Menurut dia, peluang tersebut mencakup sektor makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan dan kecantikan, ritel dan gaya hidup, serta layanan bisnis.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat