Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Netanyahu Klaim Rezim Iran di Ambang Tumbang: ‘Waktunya Sudah Dekat’

Netanyahu Klaim Rezim Iran di Ambang Tumbang: ‘Waktunya Sudah Dekat’ Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku yakin rezim Iran yang kini dipimpin Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei berada di ambang kehancuran. Menurut Netanyahu, serangkaian serangan terbaru Amerika Serikat telah membuat pemerintahan Teheran berada dalam kondisi lebih lemah dibanding sebelumnya.

"Rezim ini saat ini berada di ambang kehancuran. Mereka lebih lemah dari sebelumnya dan sedang berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya," kata Netanyahu dalam acara bersama para petinggi militer Israel, Kamis (3/9).

Netanyahu bahkan mengklaim Israel memiliki peluang untuk mengakhiri ancaman Iran secara permanen dengan menggulingkan rezim tersebut. "Itulah tugas utama yang masih harus kita selesaikan, tetapi waktunya sudah dekat. Itu bukan sesuatu yang mustahil. Kita sudah berada dalam jangkauan untuk mewujudkannya," ujarnya.

Menurut Netanyahu, misi Israel terhadap Iran belum selesai meski upaya Amerika Serikat untuk membawa Teheran ke meja perundingan belum membuahkan hasil. Ia menilai Iran menolak bernegosiasi hingga Washington akhirnya kembali meningkatkan tekanan terhadap negara tersebut.

"Jika mereka tidak menyerang kita, itu bukan kebetulan. Mereka menyerang semua orang, tetapi tidak kita," kata Netanyahu. "Mereka tahu kekuatan kita, kekuatan persenjataan kita, dan tekad kita," sambungnya.

Netanyahu selama beberapa dekade menggambarkan pemerintahan Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Dalam perkembangan konflik terbaru, Israel kemudian bergabung dengan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.

Perang yang berlangsung berkepanjangan dan dinilai melenceng dari rencana awal kemudian mendorong Presiden AS Donald Trump berupaya membawa Iran kembali ke meja perundingan. Kedua negara sempat mencapai gencatan senjata pada April dan memulai perundingan, tetapi proses tersebut kemudian mengalami kebuntuan.

Di tengah kebuntuan negosiasi, Israel menunjukkan keengganan menghentikan peperangan dengan Iran. Tel Aviv bahkan disebut bertekad mempertahankan kemampuan untuk melancarkan serangan sepihak tanpa harus menunggu lampu hijau dari Washington.

Baca Juga: Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS

Belakangan, Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui ancaman sanksi baru hingga serangan terbaru ke negara tersebut. Langkah itu disebut terjadi setelah Trump kehilangan kesabaran terhadap kebuntuan diplomasi dengan Teheran.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk Kuwait, Qatar, dan Yordania. Serangan juga dilaporkan menyasar wilayah Kurdistan yang merupakan kawasan otonom di Irak, menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy

Tag Terkait: