Ditekan AS! Netanyahu Langsung Perintahkan Pembongkaran Pos Permukiman di Tepi Barat
Kredit Foto: Istimewa
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memerintahkan pembongkaran sejumlah pos permukiman di Tepi Barat, Palestina. Perintah tersebut disebut muncul setelah Netanyahu mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich membenarkan adanya instruksi untuk mengevakuasi beberapa permukiman. “Sepengetahuan saya, Netanyahu telah memberikan instruksi untuk mengevakuasi beberapa permukiman,” kata Smotrich, dikutip AFP, Senin (7/9/2026).
Smotrich menjelaskan, evakuasi tersebut menyasar pos-pos terdepan yang dibangun di wilayah yang berada di bawah kendali Otoritas Palestina. Pos-pos tersebut juga disebut berdiri tanpa izin resmi dari pemerintah Israel.
Sejumlah media Israel, termasuk Ynet, melaporkan bahwa perintah pembongkaran tersebut dikeluarkan Netanyahu setelah mendapat tekanan dari pemerintah AS. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan komentar mengenai informasi itu.
Perintah Netanyahu muncul di tengah kontroversi rencana pembangunan permukiman baru yang akan membelah wilayah Tepi Barat melalui proyek E1. Rencana tersebut menuai kecaman internasional karena dinilai semakin mengancam kesinambungan wilayah Palestina, tetapi pemerintah Israel tetap melanjutkan kebijakannya.
Pembangunan dan perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina juga meningkat secara signifikan selama pemerintahan Netanyahu. Kebijakan tersebut terus menjadi salah satu sumber ketegangan utama dalam konflik Israel-Palestina.
Tepi Barat juga mengalami peningkatan kekerasan sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di wilayah tersebut dilaporkan meningkat sejak saat itu.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee turut mengecam kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. “Pesan kami yang jelas adalah bahwa kejahatan tetaplah kejahatan, teror tetaplah teror,” kata Huckabee ketika mengunjungi wilayah tersebut pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Netanyahu Klaim Rezim Iran di Ambang Tumbang: ‘Waktunya Sudah Dekat’
“Ketika orang melakukan hal itu, mereka harus siap menerima konsekuensi yang berat,” imbuh Huckabee. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Washington menaruh perhatian terhadap kekerasan yang terjadi di Tepi Barat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Israel menduduki Tepi Barat sejak 1967 dan pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut telah lama menjadi sorotan internasional. Komunitas internasional secara luas menentang pembangunan permukiman tersebut, sementara pemerintah Israel tetap mempertahankan kebijakan perluasan permukiman di berbagai bagian Tepi Barat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: