Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

RWA Makin Aktif di Ekosistem Blockchain, Deposit Lending Disebut Tembus US$7,4 Miliar

RWA Makin Aktif di Ekosistem Blockchain, Deposit Lending Disebut Tembus US$7,4 Miliar Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Aset dunia nyata atau Real World Assets (RWA) berbasis blockchain mulai menunjukkan perubahan dalam pemanfaatannya. Jika sebelumnya tokenisasi lebih banyak berfokus pada penerbitan aset dalam bentuk digital, kini RWA mulai digunakan secara aktif dalam berbagai aktivitas keuangan on-chain.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan RWA tidak lagi hanya dapat dilihat dari banyaknya aset yang berhasil ditokenisasi. Aktivitas setelah token diterbitkan, seperti penggunaan sebagai kolateral, perdagangan, hingga pemanfaatan dalam produk keuangan terdesentralisasi, mulai menjadi indikator penting dalam melihat pertumbuhan sektor tersebut.

Di Indonesia, aplikasi yang menawarkan RWA masih relatif terbatas. Salah satunya adalah Pintu yang menghadirkan fitur tokenisasi saham melalui tokenized stocks.

Perkembangan tersebut memberikan perspektif baru bagi investor yang selama ini memantau aset tradisional melalui teknologi blockchain. Bahkan, investor yang terbiasa mengikuti harga saham Spacex atau saham perusahaan teknologi global kini dapat melihat bagaimana konsep tokenisasi memperluas akses terhadap aset dunia nyata melalui jaringan blockchain.

Selain itu, kemunculan tokenized stocks membuat investor memiliki alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap perusahaan global. Karena itu, aplikasi trading saham US dan platform yang menawarkan tokenisasi saham mulai menjadi bagian dari perkembangan ekosistem investasi digital.

RWA Mulai Aktif Digunakan di Ekosistem On-Chain

Perkembangan tersebut terlihat dalam laporan CoinShares bersama Token Terminal bertajuk The State of Hybrid Finance 2026. Laporan tersebut mencakup data dari kuartal II 2025 hingga kuartal II 2026.

Hasil pengamatan menunjukkan RWA semakin aktif digunakan dalam ekosistem on-chain. Artinya, pertumbuhan sektor ini tidak lagi hanya bergantung pada jumlah aset yang diterbitkan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi yang muncul setelah aset tersebut beredar.

RWA merupakan aset dunia nyata yang direpresentasikan secara digital melalui teknologi blockchain. Aset tersebut dapat berupa obligasi pemerintah, emas, saham, kredit, hingga instrumen keuangan lainnya.

Melalui tokenisasi, blockchain dapat digunakan untuk mencatat kepemilikan sekaligus memfasilitasi perpindahan aset secara digital. Dengan demikian, tokenisasi berpotensi menjadi penghubung antara sistem keuangan tradisional dan infrastruktur blockchain.

Deposit RWA di DeFi Meningkat

Salah satu perkembangan paling menonjol terlihat pada sektor lending. Selama periode pengamatan, total deposit di sektor decentralized finance (DeFi) turun sekitar 15% seiring penarikan dana investor dan pelemahan harga aset kripto.

Namun, RWA justru menunjukkan arah berbeda. Deposit RWA pada platform lending melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari sekitar US$2,3 miliar menjadi US$7,4 miliar.

Ethereum menjadi jaringan utama yang digunakan sebagai sumber kolateral dan menguasai hampir 70% dari total kolateral RWA dalam kategori tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan RWA mulai menjalankan fungsi yang lebih dekat dengan sistem keuangan tradisional. Aset tersebut dapat digunakan sebagai kolateral, sementara platform DeFi dapat mengintegrasikannya ke dalam berbagai produk keuangan on-chain.

Dengan kata lain, nilai ekonomi RWA tidak lagi hanya terletak pada keberadaan token, tetapi juga pada kemampuannya digunakan dalam transaksi dan aktivitas pembiayaan.

Perdagangan Spot RWA Tumbuh Pesat

Pertumbuhan RWA juga terlihat pada perdagangan spot. Volume perdagangan aset crypto native di decentralized exchange (DEX) turun sekitar 70% secara tahunan. Sebaliknya, volume perdagangan spot RWA meningkat sekitar 220% dibandingkan periode sebelumnya.

Emas tertokenisasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut. Dua aset yang menonjol adalah XAUT dan PAXG.

Keduanya memberikan eksposur terhadap emas, tetapi menggunakan infrastruktur blockchain sehingga dapat diperdagangkan dalam ekosistem aset digital.

Ethereum dan Solana menjadi dua jaringan yang memainkan peran penting dalam perdagangan aset tersebut. Seiring berkembangnya likuiditas dan aktivitas pengguna, aset berbasis RWA semakin berpotensi diintegrasikan dengan aplikasi keuangan terdesentralisasi.

Perbedaan kinerja tersebut juga memperlihatkan perubahan perilaku investor. Ketika aktivitas pada aset crypto native mengalami perlambatan, investor masih memiliki minat terhadap aset yang mempunyai keterkaitan dengan aset dunia nyata.

Hyperliquid Muncul sebagai Pemain Penting

Perkembangan RWA tidak hanya terjadi pada sektor lending dan perdagangan spot. Pasar perpetual futures juga mulai menunjukkan pertumbuhan.

Platform tradeXYZ yang dibangun di atas Hyperliquid mencatat peningkatan volume perdagangan hampir 20 kali lipat sejak diluncurkan.

Pertumbuhan tersebut terjadi ketika pasar perpetual futures untuk aset crypto native justru mengalami perlambatan sejak Oktober 2025. Kondisi ini membuat Hyperliquid semakin mendapat perhatian.

Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat perdagangan, tetapi juga menjalankan peran dalam settlement dan aplikasi blockchain.

Laporan CoinShares turut menyoroti kemampuan Hyperliquid dalam menghasilkan pendapatan blockchain. Model yang menggabungkan application layer dan settlement layer memungkinkan ekosistem tersebut menangkap aktivitas ekonomi secara lebih langsung.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perdagangan RWA juga dapat memberikan manfaat bagi jaringan blockchain yang mampu menyediakan infrastruktur, likuiditas, dan pengalaman pengguna yang memadai.

Tokenisasi Saham di Pintu

Perkembangan tokenized stocks juga relevan bagi investor Indonesia. Pintu menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memberikan akses terhadap sejumlah aset yang mengikuti saham perusahaan publik Amerika Serikat.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menemukan berbagai tokenized stocks yang mengikuti perusahaan global seperti Nvidia, Apple, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet, Coinbase, Robinhood, dan Circle. Pintu juga menyediakan token yang mengikuti saham SpaceX.

Selain saham individual, Pintu menyediakan sejumlah tokenized ETF, termasuk produk yang mengikuti indeks atau kumpulan saham seperti S&P 500 dan Nasdaq-100.

Melalui tokenisasi, aset saham direpresentasikan dalam bentuk token digital. Pengguna kemudian dapat memperoleh eksposur terhadap pergerakan aset dasar melalui ekosistem blockchain.

Namun, tokenized stocks berbeda dengan kepemilikan saham secara langsung. Pemegang token tidak selalu memperoleh seluruh hak yang dimiliki pemegang saham, termasuk hak suara dalam perusahaan.

Karena itu, tokenisasi saham lebih tepat dipahami sebagai instrumen yang memberikan eksposur terhadap aset dasar, bukan sebagai pengganti kepemilikan saham secara langsung.

RWA Mulai Mengarah ke Infrastruktur Keuangan

Data CoinShares menunjukkan perkembangan RWA tidak lagi cukup diukur berdasarkan jumlah token yang diterbitkan. Aktivitas lending, perdagangan spot, dan perpetual futures memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tingkat penggunaan aset tersebut.

Ketika RWA digunakan sebagai kolateral, diperdagangkan di DEX, atau dimanfaatkan dalam kontrak derivatif, tokenisasi mulai memiliki fungsi ekonomi yang lebih nyata.

Perkembangan ini juga dapat membuka ruang bagi lebih banyak institusi untuk memasuki ekosistem blockchain. Institusi tidak harus langsung menggunakan aset crypto native, tetapi dapat memanfaatkan instrumen yang memiliki hubungan dengan aset tradisional.

Dengan demikian, RWA berpotensi memperluas basis aktivitas ekonomi di blockchain melalui aset yang lebih dekat dengan sistem keuangan konvensional.

Masa Depan RWA

Laporan CoinShares dan Token Terminal memberikan indikasi bahwa RWA mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju penggunaan yang lebih nyata. Deposit RWA pada platform lending meningkat, perdagangan spot tumbuh, dan pasar perpetual futures mulai mengintegrasikan aset dunia nyata.

Di sisi lain, tokenized stocks memberikan alternatif bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap perusahaan global melalui infrastruktur blockchain. Meskipun nilainya masih sangat kecil dibandingkan pasar saham global, perkembangan tersebut membuka ruang ekspansi bagi ekosistem investasi digital.

Pada akhirnya, keberhasilan RWA tidak hanya bergantung pada kemampuan menerbitkan token. Sektor ini perlu membuktikan bahwa aset yang ditokenisasi dapat digunakan secara aktif, memiliki likuiditas, serta memberikan manfaat nyata bagi investor dan institusi.

Jika tren tersebut berlanjut, RWA berpotensi menjadi salah satu penghubung antara sistem keuangan tradisional dan ekonomi berbasis blockchain. Tokenisasi pun tidak lagi sekadar menjadi konsep teknologi, tetapi mulai berkembang sebagai bagian dari infrastruktur keuangan digital.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: