Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Yenny Wahid Ikut Sorot Buku Islam Ala Prabowo: Jangan-Jangan Presiden...

Yenny Wahid Ikut Sorot Buku Islam Ala Prabowo: Jangan-Jangan Presiden... Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Warta Ekonomi, Jakarta -

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, ikut menyoroti buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang kembali ramai dibicarakan. Buku yang menjadikan Presiden Prabowo Subianto sebagai subjek pembahasan mengenai citra religiusnya itu belakangan kembali viral di media sosial.

Di tengah perbincangan tersebut, Yenny mempertanyakan apakah Presiden Prabowo benar-benar mengetahui dirinya dijadikan subjek dalam sebuah buku religi. 

"Jangan-jangan Presiden juga nggak tahu dirinya akan dijadikan subjek buku religi," tulis Yenny dalam unggahannya di akun Instagram baru-baru ini.

Baca Juga: Pakar: Prabowo Contek Cara Donald Trump Hadapi Kritikan Rakyat

Yenny kemudian membawa pembaca pada kisah Presiden pertama RI Soekarno dan putrinya, Megawati Soekarnoputri. Menurut Yenny, Megawati pernah bercerita dalam sebuah pidato di hadapan Nahdlatul Ulama (NU) tentang masa kecilnya yang kerap melihat para kiai datang menemui Bung Karno.

Namun, Yenny menyebut Megawati juga pernah secara jujur mengakui bahwa Bung Karno tidak membesarkan anak-anaknya dalam lingkungan yang religius.

"Tidak ada upaya untuk membuat sejarah keluarganya terlihat lebih religius dari kenyataannya," ujar Yenny.

Bagi Yenny, sikap tersebut justru menjadi contoh bagaimana sosok pemimpin seharusnya dilihat apa adanya. Ia kemudian mengaitkannya dengan cara publik memandang Presiden Prabowo.

"Mungkin seharusnya begitu cara kita melihat Presiden Prabowo," ungkap Yenny.

Yenny menilai tidak semestinya ada upaya untuk mengada-adakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, termasuk membangun citra seorang pemimpin agar terlihat jauh lebih religius dibandingkan kenyataannya.

"Karena seorang pemimpin tidak menjadi lebih baik hanya karena narasi tentang dirinya dibuat lebih saleh," sebut Yenny.

Baca Juga: Gebrakan Baru Prabowo, Warga Usia 17 Tahun Auto Punya Rekening, Ada Saldonya...

Dalam unggahannya, Yenny juga mengutip kaidah fikih yang kerap dikaitkan dengan Gus Dur, yakni tasharruf al-imam 'ala al-ra'iyyah manuthun bi al-maslahah. Kaidah tersebut bermakna bahwa kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berujung pada kesejahteraan mereka.

Menurut Yenny, prinsip tersebut semestinya menjadi salah satu cara untuk melihat dan menilai seorang pemimpin. Bukan sekadar dari citra atau narasi religius yang dibangun di sekelilingnya, melainkan dari nilai yang benar-benar diyakini dan diwujudkan dalam kepemimpinannya.

"Dari sini juga, kita akan menilai Presiden Prabowo, bukan dari imaji tentang kesalehan yang hendak dibangun oleh pendukungnya. Biarkan Presiden menjadi dirinya sendiri," pungkas Yenny.

Sebagai informasi, buku Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam kembali menjadi pembicaraan setelah muncul pertanyaan mengenai pencantuman nama sejumlah tokoh dalam daftar isinya.

Ning Jazilah Annahdliyah menyatakan suaminya, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, tidak pernah menulis materi yang mencantumkan namanya. TGB Muhammad Zainul Majdi juga menyatakan dirinya tidak pernah mengirim tulisan untuk buku tersebut.

Gramedia sendiri mencatat Islam Ala Prabowo sebagai karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush'ab Muqoddas. Buku tersebut terbit pada 2025 dan bukan buku yang ditulis Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran buku itu berlangsung di Jakarta pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rakornas BAZNAS. Antara mencatat penulisannya diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani bersama Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri