Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Patra Niaga Dukung 4 Program Strategis Pemerintah di Sektor Energi

Pertamina Patra Niaga Dukung 4 Program Strategis Pemerintah di Sektor Energi Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya mendukung empat program strategis pemerintah. Program-program tersebut mulai dari BBM Satu Harga, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga konversi minyak tanah ke LPG.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari tugas perusahaan dalam memastikan akses dan ketersediaan energi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Program pertama yang didukung ialah BBM Satu Harga. Eko mengungkapkan, hingga saat ini Pertamina Patra Niaga telah membangun 597 penyalur BBM Satu Harga untuk mewujudkan kesetaraan harga BBM, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Jadi total sekarang ada sekitar 597 penyalur yang sudah terbangun, dan tahun ini pun sampai dengan 2029, kami juga sudah diberikan roadmap untuk pembangunan BBM Satu Harga untuk daerah yang 3T ya, tertinggal, terdepan, dan terluar yang ditetapkan oleh pemerintah," ucap Eko di Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut Eko, program BBM Satu Harga merupakan mandat pemerintah kepada Pertamina Patra Niaga agar masyarakat di wilayah terpencil dapat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti masyarakat di wilayah lainnya.

"Jadi ini salah satu bagian dari tugas Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga untuk bisa memberikan produk atau energi ke masyarakat, khususnya ke saudara-saudara kita yang sangat jauh yang dengan harga yang sama di Pulau Jawa atau di pulau lainnya. Ini salah satu program pemerintah yang kami dukung," tambahnya.

Dukungan berikutnya diberikan terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu tujuan program tersebut ialah mendukung pemerataan harga LPG 3 kg bersubsidi sekaligus memperbaiki ketepatan sasaran penyaluran subsidi.

Pertamina Patra Niaga akan terlibat dalam mendukung ketersediaan LPG 3 kg melalui KDKMP. Untuk wilayah Indonesia Timur yang masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga, dukungan juga dapat mencakup penyediaan minyak tanah.

"Sekarang juga lagi hangat dan masih dalam proses pengembangan, dan ini juga adalah mendukung ketersediaan khususnya LPG 3 kg maupun juga kalau di daerah Indonesia Timur nanti mungkin di minyak tanah ya, yang masih digunakan oleh sektor rumah tangga, yaitu di Koperasi Desa Merah Putih," sebut Eko.

Selain KDKMP, Pertamina Patra Niaga juga terlibat dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dijalankan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan di kawasan pesisir.

Eko mengatakan Pertamina Patra Niaga telah mengidentifikasi kebutuhan pembangunan sekitar 200 Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di sekitar lokasi KNMP. SPBUN tersebut akan mendukung akses energi bagi nelayan, khususnya Biosolar dan Pertalite untuk kebutuhan kapal.

"Kita sudah mengidentifikasi, nanti akan sekitar hampir 200 titik SPBU Nelayan yang harus sedikit kita siapkan untuk membantu saudara-saudara kita nelayan untuk menjangkau akses energi, khususnya untuk kebutuhan Biosolar maupun Pertalite yang digunakan di kapal," katanya.

Baca Juga: Sungai Kapuas Surut, Pertamina Alihkan Distribusi BBM ke Mobil Tangki

Baca Juga: Pertamina Tindak 31 SPBU di Sumbar, Enam Dialihkelolakan

Program keempat yang menjadi perhatian Pertamina Patra Niaga ialah konversi minyak tanah ke LPG di wilayah yang masyarakatnya masih menggunakan minyak tanah untuk kebutuhan memasak.

Eko mengatakan Pertamina Patra Niaga masih berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait rencana pelaksanaan program tersebut.

Dia menyebut sejumlah wilayah di Indonesia Timur masih memiliki rumah tangga yang menggunakan minyak tanah, antara lain Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.

"Nah, ini sedang kita sedang berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, apakah ada rencana mengkonversi dari minyak tanah ke LPG untuk beberapa daerah tertentu di wilayah Indonesia Timur," tandas Eko Ricky Susanto.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra