Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OMRON Bidik Pasar Preventif Healthcare Lewat Teknologi Pemantauan Mandiri

OMRON Bidik Pasar Preventif Healthcare Lewat Teknologi Pemantauan Mandiri Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tingginya angka beban ekonomi akibat penyakit kardiovaskular mendorong akselerasi pasar alat kesehatan preventif di Indonesia. Memanfaatkan momentum World Heart Day 2026, OMRON Healthcare Indonesia memperkuat penetrasi pasarnya melalui kampanye "Keep On, Life On" sekaligus memperkenalkan lini teknologi elektrokardiogram portabel untuk pemantauan mandiri di rumah. Langkah korporasi ini merespons potensi pasar yang masif akibat masih tingginya angka kasus hipertensi yang belum terdiagnosis di masyarakat.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi hipertensi nasional mencapai 30,8%, namun yang terdiagnosis oleh dokter baru sebesar 8,6%. Kesenjangan lebih dari 20% ini mengindikasikan tingginya angka kasus tersembunyi yang berisiko meningkatkan pembiayaan kesehatan akibat komplikasi stroke dan atrial fibrillation atau gangguan irama jantung. Kondisi medis tersebut terbukti meningkatkan risiko stroke secara signifikan, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas tenaga kerja serta lonjakan beban klaim kesehatan.

Melihat dinamika tersebut, OMRON mengarahkan strategi bisnisnya untuk mengalihkan pemantauan kesehatan dari fasilitas medis konvensional ke ranah rumah tangga. Melalui perkenalan perangkat EKG portabel HCG-8011B dan HCG-8060T yang tervalidasi klinis, OMRON menghadirkan solusi pemantauan irama jantung dan tekanan darah secara real-time. Strategi ini dirancang untuk menciptakan efisiensi biaya perawatan jangka panjang bagi konsumen sekaligus membuka ceruk pasar baru di segmen perangkat medis konsumen.

“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan merupakan perjalanan yang dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika seseorang membutuhkan perawatan. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami faktor risiko, membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan, dan memiliki akses terhadap solusi yang dapat membantu mereka melakukan pemantauan secara rutin. Melalui momentum World Heart Day ini, kami ingin mendorong lebih banyak orang untuk mengambil langkah proaktif dalam menjaga kesehatan, sehingga mereka dapat terus menjalani kehidupan dan melakukan hal-hal yang berarti bagi mereka,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Edukasi pasar juga diperkuat melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan figur publik untuk membangun kesadaran finansial dan kesehatan. Dilihat dari kacamata medis, pengendalian tekanan darah menjadi instrumen penting untuk menekan risiko komplikasi fatal yang memakan biaya besar.

“Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama seperti AFib. Pada kondisi AFib, detak jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terbawa ke otak, dapat terjadi stroke. Karena itu, pengendalian tekanan darah dan pemahaman terhadap kondisi irama jantung menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko komplikasi,” ungkap Dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi.

Baca Juga: Cakrawala University Hadir di Jantung Sudirman, Tawarkan Pengalaman Kuliah yang Terhubung Langsung dengan Dunia Kerja

Dampak ekonomi dari serangan kesehatan mendadak ini juga dirasakan langsung oleh pelaku bisnis. Pengalaman kehilangan produktivitas secara signifikan menjadi alasan utama pentingnya investasi pada pemantauan kesehatan berkala sebelum terjadinya krisis.

“Saya pernah mengalami sendiri bagaimana sebuah masalah kesehatan bisa mengubah hidup kita. Setelah mengalami stroke, saya sadar bahwa merasa sehat dan tetap aktif bukan berarti kita sudah mengetahui kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Pengalaman itu membuat saya lebih memperhatikan kondisi tubuh dan lebih konsisten menjaga kesehatan. Saya juga ingin pengalaman tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Iwet Ramadhan, Business Owner dan OMRON Brand Ambassador.

Pendekatan investasi kesehatan jangka panjang ini turut ditegaskan oleh aktor dan presenter Dion Wiyoko selaku OMRON Brand Ambassador. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan peran dalam keluarga dan masyarakat.

“Menurut saya, hidup sehat itu tidak harus selalu berat atau ekstrem. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menemukan aktivitas yang kita nikmati dan menjadikannya bagian dari keseharian. Menjaga kesehatan juga bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang keluarga dan bagaimana kita bisa terus hadir serta memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita,” tutur Dion Wiyoko.

Melalui integrasi antara teknologi pemantauan mandiri dan edukasi gaya hidup berkelanjutan, OMRON berupaya memperkuat posisi kepemimpinan pasarnya di industri peralatan medis rumah tangga. Langkah ini tidak hanya menjadi pendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi solusi efisiensi biaya pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah