Blusukan Gibran Berujung Hujatan, Kini Diajarkan Cara Benar Jadi Wapresnya Prabowo
Kredit Foto: BPMI
Aksi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka malah dihujat usai ia turun langsung memantau antrean bahan bakar minyak (BBM) di Palangka Raya. Banyak yang menilai hal itu kurang tepat dilakukan oleh seorang wakil presiden.
Politikus Senior Akbar Faizal.memberikan gambaran mengenai cara yang menurutnya lebih tepat bagi politikus muda itu dalam menjalankan peran sebagai wakil presiden yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tim Gibran Yakin Ada Partai Besar di Balik Gugatan Denny Indrayana: Tak Mungkin Muncul Begitu Saja
Menurut Akbar, persoalan antrean bahan bakar minyak tidak cukup ditangani dengan datang langsung ke lokasi. Gibran, kata dia, harus menggunakan kewenangannya untuk mengumpulkan pejabat terkait, mencari akar masalah, membagi tanggung jawab, hingga mengawal solusi.
“Kuajarkan caranya: Panggil Menteri @KementerianESDM, Kapolri, Menteri @KemenkeuRI dan K/L terkait. Tanyakan, kenapa masalah ini berulang, apa jalan keluarnya, di mana hambatannya, siapa bertanggung jawab apa, mana skala prioritas, dll,” kata Akbar melalui akun X pribadinya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Bagi Akbar, pola tersebut akan lebih mencerminkan fungsi wakil presiden dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat. Ia meminta politikus itu tidak berhenti pada kunjungan lapangan, tetapi memastikan masalah memiliki jalan keluar yang jelas.
“Lalu, buat skenario jangka pendek sambil merancang skenario menengah panjang. Lalu laporkan ke Presiden. Kawal skenario dengan ketat. Jika berhasil, jadikan skenario baku jika peristiwanya berulang. Jika gagal, cari cara baru,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa respons cepat diperlukan karena antrean bahan bakar berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Reaksi yang cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa,” kata Akbar.
Akbar, tidak hanya meminta politikus itu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga, ia juga menyarankan agar persoalan antrean bahan bakar minyak dijadikan bahan evaluasi terhadap kinerja para menteri.
“Catatan: jadikan kejadian ini bahan untuk mengukur kinerja menteri. Usulkan ke presiden untuk ganti menteri gombal,” lanjutnya.
Akbar kemudian menyampaikan kritik yang lebih keras terhadap pola kunjungan Gibran. Menurutnya pola kunjungan tersebut tak bisa membantu menyelesaikan masalah, hanya sebuah manuver untuk mendulang popularitas.
“Begini cara wapres yang bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian seperti ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029,” tandasnya.
Sebelumnya, Gibran memang secara mendadak meminta kendaraan yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).
Saat itu, ia tengah dalam perjalanan setelah meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Ia melihat antrean kendaraan yang cukup panjang di sekitar SPBU tersebut.
Gibran kemudian turun dari kendaraan dan mengecek langsung kondisi di lokasi. Ia berdialog dengan petugas maupun warga untuk mengetahui penyebab antrean serta memastikan ketersediaan BBM.
Baca Juga: AHY Lewat Pidatonya Bisa Saja Menyindir Prabowo dan Jokowi, Begini Tafsir Politiknya
Setelah mendapatkan informasi dari lapangan, politikus muda itu meminta setiap kendala berkaitan dengan pasokan bahan bakar segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar