Kredit Foto: Ist
Aksi blusukan mendadak Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memantik reaksi keras dan bikin gerah dari sejumlah tokoh politik.
Niat hati merespons keluhan warga soal antrean BBM, langkah Gibran justru dinilai hanya sekadar gimik tanpa solusi penyelesaian yang konkret.
Kritik tajam salah satunya datang dari politikus dan mantan Anggota DPR RI, Akbar Faizal. Melalui akun media sosial X pribadinya, Akbar melontarkan sindiran menohok.
Ia menilai cara Gibran merespons masalah di lapangan sangat usang dan terlalu identik dengan gaya politik ayahnya, Jokowi.
"Kepada Sdr Wapres @gibran_tweet, berkunjung ke lokasi problem seperti dalam video ini sama sekali tak membantu. Ini gaya politiknya Bapakmu. Anda kan milenial. Masak gini?" sentil Akbar Faizal.
"Tutorial" Selesaikan Masalah ala Akbar Faizal
Lebih lanjut, Akbar menjabarkan langkah-langkah strategis yang menurutnya lebih pantas dilakukan oleh seorang Wakil Presiden berjiwa milenial ketimbang sekadar datang meninjau.
Ia menyarankan Gibran menggunakan wewenangnya untuk memanggil jajaran menteri dan penegak hukum, seperti Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Kapolri.
Menurut Akbar, rapat lintas sektoral tersebut harus membedah kelangkaan BBM secara sistemik melalui beberapa langkah krusial:
- Mempertanyakan akar masalah kelangkaan secara transparan, hambatan distribusi, dan pihak yang paling bertanggung jawab.
- Merumuskan skenario penanganan darurat (jangka pendek) yang dikawal ketat, disusul skenario jangka menengah dan panjang.
- Melaporkan hasil skenario langsung kepada Presiden.
- Menjadikan insiden kelangkaan BBM ini sebagai indikator untuk mengukur kinerja menteri, bahkan mengusulkan perombakan (reshuffle) jika terbukti gagal.
"Begini cara Wapres yang bisa membantu. Berkunjung tanpa agenda penyelesaian seperti ini hanya menyenangkan kelompok pendukung Anda yang tak sabar menunggu 2029. Sementara itu, reaksi yang cepat harus diutamakan sebab warga makin tersiksa," ketusnya.
Said Didu Soroti Potensi Perpecahan Kabinet
Di sisi lain, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, turut menyoroti motif di balik aksi turun langsung ke lapangan yang kerap dilakukan Gibran. Said Didu secara blak-blakan mencurigai bahwa manuver Gibran berpotensi memojokkan posisi Presiden Prabowo Subianto.
"Setiap kegagalan kebijakan Presiden @prabowo, Wapres @gibran_tweet selalu datang ke lokasi tapi tanpa solusi dan seakan menunjukkan bahwa yang salah adalah Presiden," cuit Said Didu.
Kronologi Sidak SPBU Palangka Raya
Sebagai informasi, polemik ini bermula ketika Wapres Gibran secara mendadak menghentikan iring-iringan kendaraannya saat melihat antrean kendaraan yang mengular panjang di SPBU Pertamina, Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, pada Kamis (10/9/2026). Saat itu, Gibran baru saja selesai meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng.
Gibran langsung turun dari mobil untuk berdialog dengan petugas SPBU dan warga yang kelelahan mengantre. Ia meminta masyarakat melapor jika menemukan kejanggalan dan menjanjikan ketersediaan pasokan agar antrean panjang tidak terulang lagi di esok hari.
"Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus. Tunggu ya, Pak. Maaf, ya," ucap Gibran kepada warga yang terjebak antrean di lokasi kejadian.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: