Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demi Swasembada Kedelai, PTPN Siapkan 4.800 Hektare Lahan

Demi Swasembada Kedelai, PTPN Siapkan 4.800 Hektare Lahan Kredit Foto: PTPN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) menyiapkan potensi lahan sekitar 4.800 hektare untuk mengembangkan ekosistem kedelai nasional sebagai bagian dari upaya mendukung target swasembada pangan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir. Salah satu fokusnya adalah membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai untuk memperkuat ketersediaan benih berkualitas bagi petani dan koperasi.

Utusan Khusus Presiden RI Hashim S. Djojohadikusumo menyambut baik sinergi tersebut dan berharap pengembangan kedelai dapat mendorong Indonesia mencapai swasembada dalam tiga hingga empat tahun.

“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai,” ujar Hashim dalam acara penandatanganan MoU di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

MoU ditandatangani Direktur Utama PT KUAB Prof. Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III Agung Setya Imam Efendi, disaksikan Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna dan Hashim.

Potensi pengembangan sekitar 4.800 hektare tersebut tersebar di sejumlah aset PTPN Group. Lokasinya meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak dan Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Direktur Utama PTPN III Denaldy Mulino Mauna mengatakan PTPN Group akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi agar sinergi antarentitas berjalan terarah, terukur, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif,” kata Denaldy.

Dalam kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan berperan sesuai kepemilikan dan pengelolaan lahan masing-masing.

PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya. Sementara itu, PT KUAB bertanggung jawab atas pelaksanaan budidaya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan.

Selain budidaya, pengembangan diarahkan untuk membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem perbenihan yang dapat dikembangkan bersama koperasi dan petani di berbagai wilayah.

Kerja sama PTPN Group dan PT KUAB juga menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mengembangkan kedelai secara bertahap hingga 250.000 hektare sampai 2029.

PTPN Group dan PT KUAB menyatakan MoU tersebut masih menjadi landasan awal untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait aspek teknis, produktivitas, model bisnis, kesiapan lahan, dan keberlanjutan program.

Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan, PTPN III Gandeng BRIN Bongkar Potensi Riset Perkebunan

Baca Juga: PTPN Perkuat UMKM, Pariwisata Desa, hingga Pertanian di Momentum HUT Ke-81 RI

Baca Juga: PTPN Sinergi dengan InJourney, Desa Bulok Digembleng Jadi Motor Baru Ekonomi Wisata

Sebelum MoU ditandatangani, kedua pihak telah melakukan kunjungan dan pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal, dan penyusunan rancangan kerja sama.

Hashim menilai pengembangan ekosistem perbenihan dapat menjadi salah satu kunci untuk memperluas budidaya kedelai nasional.

“Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia,” ujar Hashim.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri